Rumah warga Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Situbondo dilalap api diduga gegara kompor nyala ditinggal, Rabu (24/6/2026). (Foto: dok- BPBD Situbondo)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Sebuah rumah milik nenek Suhadin (75), warga Dusun Semanggi, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, terbakar pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu karena kompor yang ditinggal menyala saat digunakan menggoreng sosis.
Api melalap bagian dapur rumah semi-permanen tersebut. Beruntungnya kejadian ini tidak mengakibatkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp3 juta.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan kebakaran bermula saat cucu pemilik rumah sedang menggoreng sosis.
“Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, sebelum kejadian cucu pemilik rumah sedang menggoreng sosis. Kompor kemudian ditinggal beberapa saat sehingga api membesar dan membakar bagian dapur,” kata Puriyono seperti dikutip, Rabu (24/6/2026).
Kobaran api pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Suto (63) yang hendak menunaikan salat Zuhur. Melihat api sudah membesar, ia langsung meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Kobaran api sempat berusaha dipadamkan oleh warga sekitar dengan menggunakan peralatan seadanya untuk mencegah kebakaran meluas ke bagian rumah lainnya maupun bangunan di sekitar.
Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Mako Situbondo Kota tiba di lokasi. Petugas kemudian melakukan pemadaman dan pembasahan hingga api berhasil dikendalikan.
“Proses pemadaman berjalan lancar dan kondisi saat ini sudah aman. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka,” ujar Puriyono.
Hasil pendataan BPBD menunjukkan dapur rumah berukuran sekitar 6 x 5 meter mengalami kerusakan sedang akibat kebakaran.
Setelah kejadian, BPBD Situbondo bersama unsur kecamatan, TNI, Polri, pemerintah desa, Tagana Dinas Sosial, dan relawan melakukan asesmen cepat di lokasi. Selanjutnya, akan dilakukan pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) serta penyaluran bantuan logistik bagi korban.
Puriyono mengimbau masyarakat untuk tidak meninggalkan kompor yang sedang digunakan memasak karena kelalaian kecil dapat memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









