Direktur Teknologi & Operasional Bank DKI, merangkap Plt Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono. (Foto: Antara).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dukung pengolahan sampah di Jakarta, Bank Jakarta membangun biodigester komunal sampah organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakarta Utara
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengatakan, pembangunan biodigester komunal itu merupakan salah satu langkah nyata Bank Jakarta dalam mendukung penanganan persoalan sampah di Jakarta, khususnya sampah organik.
“Melalui teknologi biodigester, sampah organik dapat diolah menjadi biogas sebagai energi terbarukan serta residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik,” kata Agus di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Rencananya, pembangunan biodigester komunal dilaksanakan di dua titik, yakni Rusunawa Rorotan, Cilincing, dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara.
Prosesinya ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Rusunawa Rorotan oleh Sekretaris Perusahaan (Sekper) Bank Jakarta, Arie Rinaldi bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wali Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi dan sejumlah pihak.
Lebih lanjut Agus menyampaikan, penanganan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi dan konsistensi dari berbagai pihak.
“Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta,” ujar Agus.
Program ini, kata dia, merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta Tahun 2026, khususnya dalam mendukung pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan energi terbarukan.
Masing-masing biodigester dirancang untuk mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan dua unit biodigester, kapasitas pengolahan dapat mencapai 500 kilogram per hari, menghasilkan biogas serta residu berupa pupuk organik.
Sementara, Arie mengatakan, penanganan sampah membutuhkan kolaborasi dan kesinambungan program. “Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber,” ungkapnya.
Pembangunan biodigester di Rorotan, kata Arie, merupakan salah satu program berkelanjutan atas kontribusi Bank Jakarta dalam pemanfaatan teknologi pengolahan limbah ramah lingkungan.
Sebelumnya, Bank Jakarta telah mendukung pembangunan Instalasi biodigester komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diresmikan pada November 2025.
“Pengalaman dari program biodigester di Pekayon menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi di bidang lingkungan,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










