Argentina saat juara Piala Dunia 2022 di Qatar (Foto:/@AFASeleccionEN)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan, dan tentu saja mereka ingin mempertahankannya!
Lionel Messi akan memimpin skuad Albiceleste untuk terakhir kalinya, dan berambisi membuat serial penutup yang manis untuk karier la Pulga.
Skuad asuhan Lionel Scaloni akan memasuki turnamen dengan kepercayaan diri tinggi sebagai juara dunia sekaligus juara benua—setelah sukses mempertahankan gelar pada CONMEBOL Copa America 2024—serta tampil dominan sebagai pemuncak kualifikasi zona Amerika Selatan.
Dipimpin oleh sosok ikonik yang telah lama menjadi andalan, Lionel Messi, Argentina berambisi menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia FIFA sejak tetangga sekaligus rival abadi mereka, Brasil, menjuarai edisi di Swedia pada 1958 dan mengulanginya di Cile empat tahun kemudian.
Ketika Scaloni pertama kali mengambil alih pada Agustus 2018, ia ditunjuk sebagai pelatih sementara usai berakhirnya masa kepemimpinan Jorge Sampaoli yang penuh gejolak, ditutup dengan kekalahan dramatis dari juara bertahan Prancis di babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2018 Rusia. Namun, mantan bek/gelandang kanan yang sebelumnya menjadi asisten Sampaoli itu tak membuang waktu untuk menunjukkan jati dirinya dengan berbagai cara.
Scaloni memulai perombakannya dengan menyegarkan komposisi tim, termasuk menjadikan sosok seperti Giovani Lo Celso, Rodrigo De Paul, dan Lautaro Martínez sebagai bagian tetap dalam skuad. Ia kemudian menyempurnakan gaya bermain, beralih ke pendekatan agresif yang berfokus pada penguasaan bola. Hal penting lainnya adalah menanamkan mentalitas juara, dengan batu loncatan krusial hadir di Copa America 2021, ketika Argentina mengakhiri puasa gelar besar yang telah berlangsung hampir tiga dekade.
Berbekal momentum tersebut, Scaloni kemudian membawa negaranya meraih gelar Finalissima, kejayaan Piala Dunia FIFA 2022, serta titel kontinental kedua secara beruntun.
Prediksi Grup Piala Dunia 2026
Argentina seharusnya akan mudah melewati penyisihan grup Piala Dunia 2026. Messi Cs akan diuji tim-tim yang jauh di bawah mereka secara kualitas maupun pengalaman. Argentina akan satu grup dengan Aljazair, Austria dan Yordania. Semua laga biru-putih akan dimainkan di Amerika Serikat (AS).
16 Juni: Argentina vs Aljazair – Kansas City Stadium
22 Juni: Argentina vs Austria – Dallas Stadium
27 Juni: Yordania vs Argentina – Dallas Stadium
Argentina Menuju Piala Dunia
Skuad asuhan Scaloni berterima kasih pada hasil imbang antara Bolivia dan Uruguay di Matchday 14 kualifikasi Amerika Selatan yang memastikan tiket mereka ke panggung terbesar dunia ketika masih menyisakan lima laga, bahkan sebelum bola bergulir pada duel akbar melawan Brasil di El Monumental. Merayakan kelolosan ke Piala Dunia ke-19 dengan penuh gaya lewat kemenangan 4-1 atas rival lamanya, Argentina kemudian menutup kampanye dengan finis di posisi puncak, unggul jauh sembilan poin dari pesaing terdekatnya, Ekuador.
Segala sesuatu berjalan sempurna bagi Argentina di Qatar. Bahkan kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi pada laga pembuka justru seakan menguntungkan raksasa Amerika Selatan tersebut. Hasil itu membuka jalan bagi sosok seperti Julián Álvarez dan Enzo Fernandez—yang memulai turnamen sebagai pemain cadangan—untuk menjelma menjadi kontributor kunci sekaligus menembus tim inti. Kekalahan tersebut juga mempersatukan skuad asuhan Scaloni, yang segera kembali ke jalur kemenangan dengan mengatasi Meksiko, lalu Polandia, dalam fase grup.
Argentina benar-benar menemukan ritme terbaik mereka di babak gugur, meski perjalanan mereka hampir selalu diwarnai drama. Setelah menyingkirkan Australia 2-1 di babak 16 besar, mereka lolos dengan susah payah lewat adu penalti melawan Belanda usai bermain imbang 2-2. Kemenangan telak 3-0 atas Kroasia di semifinal sempat menghadirkan sedikit jeda, namun partai final menjadi laga yang paling menegangkan. Albiceleste sempat unggul 2-0 atas juara bertahan Prancis dengan sepuluh menit tersisa waktu normal, lalu 3-2 di penghujung perpanjangan waktu, tetapi akhirnya tetap membutuhkan adu penalti dramatis untuk memastikan gelar juara.
Sihir Terakhir Messi
Meski telah tampil di lima edisi Piala Dunia (2006 hingga 2022), bintang utama saat ini, Messi, belum mampu meniru pencapaian Stabile dengan menutup turnamen sebagai pencetak gol terbanyak. Namun, itu hanyalah satu dari sedikit gelar individu yang luput darinya. Sang maestro mungil tersebut berhasil mewujudkan impian seumur hidup dengan memimpin negaranya meraih gelar juara di Doha. Di antara segudang prestasi lainnya, Messi juga menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina di panggung Piala Dunia, dengan torehan 13 gol. Ia diikuti oleh Gabriel Batistuta, yang mencatatkan sepuluh gol di Piala Dunia.
Messi tidak hanya memuncaki daftar penampilan Piala Dunia bersama tim nasionalnya, tetapi juga mencatatkan jumlah laga terbanyak di turnamen tersebut dibandingkan pemain mana pun dari negara mana pun. Statistik ini menjadi bukti nyata bukan hanya atas ketahanan karier sang penyerang, tetapi juga atas reputasi besar Argentina di panggung Piala Dunia. Messi telah tampil dalam tidak kurang dari 26 pertandingan Piala Dunia, tersebar di lima edisi: Jerman 2006, Afrika Selatan 2010, Brasil 2014, Rusia 2018, dan Qatar 2022.












