Aktor papan atas Hollywood yang dikenal lewat peran gaharnya sebagai ‘Aquaman‘, Jason Momoa, kembali menunjukkan kecintaannya yang mendalam terhadap dunia otomotif masa depan. Setelah sebelumnya sukses mengonversi Rolls-Royce Phantom II tahun 1929 dan Bentley Blower menjadi bertenaga baterai, kali ini Momoa melakukan proyek modifikasi yang jauh lebih ekstrem dan tidak biasa.
Tak tanggung-tanggung, pria bertubuh kekar ini menyerahkan dua unit mobil Land Rover klasik serta tiga unit sepeda motor antik Harley-Davidson yang usianya sudah hampir satu abad kepada Electrogenic, sebuah perusahaan spesialis konversi kendaraan listrik ternama asal Inggris.
Langkah berani ini sengaja ia lakukan sebagai bagian dari pengisian konten untuk musim kedua serial dokumenter pribadinya yang bertajuk ‘On the Roam’.
Ubah Harley-Davidson Lawas Jadi Motor Hybrid
Proyek pengerjaan lima kendaraan legendaris secara sekaligus ini tentu menyita perhatian para pencinta otomotif dunia, terutama pada sektor modifikasi roda dua. Alih-alih mencopot total mesin bensin asli seperti yang biasa dilakukan pada konversi kendaraan listrik pada umumnya, Electrogenic justru menerapkan teknologi mutakhir dengan mengubah dua unit Harley-Davidson Model JD dan satu Model FD menjadi motor plug-in hybrid (PHEV).
Berkat modifikasi genius tersebut, Momoa kini memiliki kebebasan penuh untuk memilih mode berkendara, apakah ingin menggunakan tenaga listrik murni sebesar 15 hp, mengandalkan raungan mesin bensin aslinya yang bertenaga 20 hp, atau bahkan menggabungkan kedua sistem penggerak tersebut secara bersamaan guna mendapatkan performa yang optimal di jalanan.
Menariknya lagi, motor listrik ini mampu menyemburkan torsi instan hingga 260 Nm, sebuah angka yang luar biasa besar dan secara otomatis menghilangkan kebutuhan repot menggunakan kick starter tradisional.
Sementara itu, satu unit Harley-Davidson Model FD lansiran tahun 1921 terpaksa disulap menjadi motor listrik penuh lantaran kondisi mesin bawaannya yang memang sudah rusak parah dan tidak bisa diperbaiki lagi.
Ketiga motor tua ini kemudian dibekali dengan baterai kompak berkapasitas 2,7 kWh yang disembunyikan secara rapi di dalam tas samping (saddlebag) bergaya klasik, sehingga sama sekali tidak merusak estetika dan tampilan aslinya yang sarat akan nilai sejarah.
Dalam mode listrik murni, motor-motor ini diklaim sanggup menjelajah hingga jarak lebih dari 80 kilometer setelah sistem pengeremannya turut ditingkatkan menggunakan teknologi modern demi menjamin faktor keselamatan.
Land Rover Off-Road yang Senyap dan Ramah Lingkungan
Beralih ke kendaraan roda empat, Electrogenic juga berhasil merombak satu unit Land Rover Series I dan satu unit Land Rover Series IIA 109 Dormobile menjadi mobil listrik murni. Demi mempertahankan reputasi tangguhnya di medan berat, sistem penggerak empat roda (4WD) beserta transfer case bawaan pabrik sengaja dipertahankan agar kemampuan off-road kedua mobil legendaris ini tetap terjaga dengan baik, namun kini dengan akselerasi yang jauh lebih gesit serta suara mesin yang senyap.
Untuk urusan dapur pacu, Land Rover Series I dipasangi baterai berkapasitas 48 kWh yang dipadukan dengan motor listrik bertenaga 201 hp. Sementara untuk model Dormobile yang kerap dipakai berkemah, tertanam baterai yang lebih besar yakni 62 kWh dengan motor listrik berdaya 161 hp.
Di atas kertas, kedua mobil penjelajah ini mampu menempuh jarak nyata hingga 240 kilometer dan sudah mendukung fitur pengisian daya cepat (fast charging) berbasis CCS.
Modifikasi pada Dormobile juga menyentuh fasilitas interior berkemahnya, di mana kompor gas konvensional kini diganti dengan kompor induksi modern berbahan bakar listrik, menjadikannya salah satu camper van klasik paling ramah lingkungan saat ini.
Pasokan Daya Melimpah untuk Petualangan Liar
Tak berhenti sampai di situ, keseriusan Momoa dalam menjelajahi alam liar juga dibuktikan dengan memodifikasi trailer kemah Schutt Industries XVENTURE XV-2 miliknya. Oleh Electrogenic, trailer tangguh tersebut dijejali dengan baterai raksasa berkapasitas 93 kWh.
Dengan kapasitas daya sebesar itu, trailer ini tidak hanya mampu menyuplai kebutuhan listrik untuk berbagai peralatan berkemah modern selama satu bulan penuh di tengah hutan, melainkan juga berfungsi sebagai stasiun pengisian daya berjalan (mobile charging station) yang sangat berguna bagi kendaraan-kendaraan listriknya selama melakukan perjalanan jauh di daerah terpencil.













