Kepergian Sosok Ini yang Paksa Messi Gantung Sepatu dari Timnas?

Lionel Messi mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional pada Senin, menutup 21 tahun perjalanannya bersama Timnas Argentina. Keputusan ini datang sebulan setelah ia memimpin Albiceleste ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya berturut-turut, meski akhirnya harus mengakui keunggulan Spanyol.

“Ini adalah keputusan yang menyakitkan dan masih menyakitkan jauh di dalam jiwa saya, tetapi saya paham bahwa ini adalah waktu yang tepat,” tulis Messi di Instagram.

Pemain berusia 39 tahun itu menegaskan dedikasinya sepanjang karier internasionalnya. “Saya bersumpah saya selalu memberikan segalanya, bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir ketika kami memenangi segalanya, tetapi juga sebelum itu, dan saya selalu berjuang serta memberikan segenap kemampuan saya untuk jersey ini.”

Dua Final Berturut, Satu Trofi

Messi membawa Argentina menjuarai Piala Dunia empat tahun lalu, memenangi final melawan Prancis lewat adu penalti di Doha.

Namun pada Piala Dunia 2026, timnya takluk 1-0 dari Spanyol yang tampil lebih superior di final yang digelar di East Rutherford, New Jersey.

Perjalanan menuju final itu sendiri diwarnai momen luar biasa. Pada babak semifinal, Messi menginspirasi comeback dramatis Argentina atas Inggris dengan mencetak delapan gol sepanjang putaran final tahun ini, ditambah dua assist.

Namun mimpi mengangkat trofi sekali lagi kandas. Argentina kalah dari Spanyol dalam laga final yang berakhir dengan insiden tidak sedap. Gelandang Leandro Paredes dan beberapa rekan setimnya menerima sanksi larangan bermain serta denda akibat keterlibatan dalam bentrokan dengan pemain Spanyol seusai laga — Paredes tercatat mencengkeram leher Eric Garcia dan membanting Gavi ke tanah.

Messi sendiri terlihat menangis saat menerima medali runner-up. Ia kemudian mengaku rasa sakit dari kekalahan itu “sangat besar” dan akan “butuh waktu lama untuk luka ini sembuh”.

Kepergian Ayahnya Menjadi Titik Balik

Keputusan pensiun ini tidak bisa dilepaskan dari peristiwa personal yang dialami Messi bulan lalu.

Seusai kepergian ayahnya, Jorge Messi, pada Agustus, Messi sempat mengungkap “keraguan serius” soal kelanjutan kariernya di sepak bola dalam waktu dekat.

“Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu, aku tidak tahu bagaimana caranya melanjutkan. Aku hanya bermain sepak bola, dan sekarang aku punya keraguan serius untuk terus melakukannya jauh lebih lama lagi,” ujarnya kala itu.

Pesan tersebut menjadi salah satu momen paling personal yang pernah dibagikan Messi kepada publik, ditulis sebagai penghormatan untuk sang ayah yang sejak awal mendampingi perjalanannya menuju Barcelona hingga menjadi salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa.

Memberi Jalan untuk Generasi Baru

Dalam pernyataannya pada Senin, peraih delapan Ballon d’Or itu menegaskan sudah waktunya generasi baru pemain Argentina mengambil alih tongkat estafet.

“Saya mencintai, saya telah mencintai, dan saya akan selalu mencintai berada di tim nasional,” tulisnya. “Saya sudah memberikan segala yang saya punya, saya tidak punya lagi yang bisa diberikan, dan lagipula, ada beberapa pemain muda yang sangat berbakat datang di belakang saya yang pantas berada di sana.”

Warisan yang Ditinggalkan

Sepanjang 21 tahun karier internasionalnya, Messi tampil 207 kali untuk Argentina dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah negara tersebut dengan 125 gol.

Selain trofi Piala Dunia 2022, ia juga membawa Argentina menjuarai Copa America sebanyak dua kali.

Pensiunnya dari Timnas Argentina tidak memengaruhi karier klubnya. Kontrak Messi bersama klub Major League Soccer, Inter Miami, masih berlaku hingga akhir musim 2028.