Como 1907 memulai musim Serie A 2026/2027 dengan hasil imbang 1-1 melawan Udinese di Bluenergy Stadium, Sabtu (22/8/2026) malam. Bagi pelatih Cesc Fabregas, hasil itu layak dirayakan, mengingat sulitnya klub mana pun meraih poin penuh di kandang Udinese.
“Tidak banyak tim yang menang di sini,” tegas Fabregas.
Hassane Kamara membawa Udinese unggul lebih dulu pada menit ke-30. Tasos Douvikas menyamakan kedudukan sepuluh menit setelah babak kedua dimulai.
Membantah Tudingan Awal Lambat
Fabregas tidak sepenuhnya setuju dengan penilaian bahwa timnya tampil lambat di awal laga.
“Saya rasa tidak, saya rasa penilaian itu tidak tepat,” katanya kepada DAZN seusai laga. “Kami kebobolan sepak pojok pertama setelah 21 menit, dan sampai titik itu, saya rasa kami terlihat seperti tim yang bagus.”
Ia melanjutkan penilaiannya atas babak kedua. “Lalu, saya rasa babak kedua kami tampil hebat, reaksi yang bagus, meski kami kebobolan cukup banyak serangan balik.”
Ia bahkan berani menyebut timnya pantas menang. “Pada akhirnya, menurut saya kami layak meraih kemenangan. Anda akan lihat, tidak banyak tim yang menang di sini.”
Debut Pemain Muda yang Dijaga Ekspektasinya
Fabregas kurang menyukai ketika diminta memberikan penilaian atas para pemain barunya hanya setelah satu laga Serie A.
“Ayolah, butuh waktu untuk beradaptasi ketika Anda pindah ke tempat baru. Saya menyukai semua penampilan mereka,” katanya.
Ia menekankan pentingnya fokus dari skuadnya yang mayoritas berusia muda. “Yang terpenting adalah mereka memberi perhatian. Kami punya rata-rata usia yang muda di tim ini, dan kemudian Liberali serta beberapa pemain muda lainnya masuk. Saya senang karena sangat sulit menang di Udine ini.”
Tiga Tahun Tanpa Kemenangan yang Tetap Membanggakan
Ditanya apakah timnya masih membutuhkan waktu untuk menemukan performa terbaik di papan atas Serie A, Fabregas memberikan jawaban yang jujur.
“Kita semua butuh waktu. Memang benar kami tidak tampil baik selama 25 menit di babak pertama, lalu memang benar kami kebobolan terlalu banyak serangan balik di babak kedua meski menunjukkan penampilan hebat.”
Ia menyoroti pentingnya detail kecil. “Detail-detail kecil, posisi, satu pilihan bisa membuat Anda menang atau kalah dalam sebuah pertandingan. Kami sudah datang ke sini tiga tahun berturut-turut dan belum pernah menang, tetapi banyak tim lain juga mengalami hal yang sama.”
Sikap Hati-hati soal Moise Kean
Fabregas juga dimintai komentar soal ketertarikan Como pada penyerang Timnas Italia, Moise Kean.
Ia berusaha meredam spekulasi tersebut. “Tentu saja saya menyukainya. Saya tidak ingin membicarakan pemain dari tim lain, tetapi sebagai pemain, tentu saja saya menyukainya, begitu juga banyak pemain kuat Fiorentina lainnya.”
Pernyataan itu tidak membantah maupun mengonfirmasi ketertarikan Como, dan cukup untuk membuat spekulasi transfer terus bergulir menjelang penutupan bursa pada 1 September.
Gol Douvikas dan Kebutuhan Lini Depan
Gol penyama Douvikas punya arti khusus bagi Como.
Sepanjang bursa transfer musim panas ini, Fabregas berulang kali menyebut kebutuhan mendesak akan penyerang tengah yang bisa merotasi dan bersaing di lini depan. Como bahkan sempat mendekati Liam Delap dari Chelsea sebelum negosiasi itu tidak berkembang.
Gol Douvikas di laga perdana Serie A menjadi pengingat bahwa opsi yang sudah ada di skuad tetap bisa diandalkan, meski pencarian tambahan amunisi di lini depan kemungkinan masih berlanjut hingga bursa transfer ditutup.
Bagi Como, hasil imbang ini menjadi awal yang solid menjelang debut mereka di Liga Champions musim ini.









