Presenter sekaligus musisi Vincent Rompies menceritakan awal mula putranya, Gahan Adriel Rompies, terpilih sebagai salah satu peserta Como 1907 Elite Pro Summer Camps di Italia.
Kesempatan tersebut bermula dari sang istri yang menemukan informasi mengenai program Elite Pro Summer Camp yang dibuka Como 1907.
Gahan kemudian didaftarkan untuk mengikuti proses seleksi yang salah satunya melibatkan legenda sepak bola dunia, Raphael Varane.
“Anak gua kan sebentar lagi mau berangkat ke Jerman, terus istri gua sih yang nyari-nyari. Pas browsing-browsing, ternyata Como lagi buka Elite Pro Summer Camp ini. Ya udah didaftarin. Katanya diseleksi oleh Raphael Varane gitu. Ya alhamdulillahnya dia masuk. Satu-satunya orang Indonesia, satu-satunya orang Asia bahkan,” kata Vincent dalam unggahan Instagram @comofootballindonesia, dikutip Selasa (18/8/2026).
Vincent mengaku tujuan utama dirinya mendukung sang anak mengikuti program tersebut ialah memberikan pengalaman sebanyak mungkin. Terlebih, Gahan berkesempatan berlatih dan bermain bersama peserta dari berbagai negara.
“Gua pengen dia punya pengalaman yang banyak aja sih. Main sama orang Ghana, main sama orang Italia, main sama orang Inggris, dan lain-lain. Boleh jujur sih, anak gua pernah summer camp waktu itu di Arsenal pernah, di Ajax pernah,” tegasnya.
Menurut Vincent, pengalaman di Como memiliki karakter berbeda dibandingkan program summer camp yang pernah diikuti Gahan sebelumnya. Ia melihat program Elite Pro Como dirancang lebih menyeluruh untuk membentuk pemain muda selama menjalani program dua pekan.
“Mereka kalau gua lihat journey-nya tuh selama dua minggu ini kayak di-build banget jadi pemain gitu. Sampai di final match kemarin aja tuh mereka ada journey-nya gitu. Pengalaman yang berharga banget,” tuturnya.
Vincent juga mengaku tidak terlalu menuntut hasil dari pengalaman tersebut. Bersama sang istri, ia justru lebih menantikan cerita Gahan setelah menjalani dua pekan di Italia.
Como 1907 Summer Camps diketahui merupakan program pembinaan pemain usia muda yang mempertemukan 32 pemain dari 14 negara. Para peserta diperkenalkan dengan metode latihan yang menitikberatkan pada pengembangan teknik dasar, pemahaman taktik, kebugaran, disiplin, serta sportivitas.
Program ini bukan jalur rekrutmen langsung menuju akademi Como 1907. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk merasakan standar pembinaan sepak bola Eropa sekaligus memperluas wawasan mereka di dalam maupun luar lapangan.













