Haji Isam Siap Borong 62 Persen Saham BYAN: IHSG Langsung Melejit 2 Persen

Iwan Medium.jpeg

Sabtu, 15 Agustus 2026 – 22:53 WIB

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Informasi terkait keinginan pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad yang akrab disapa Haji Isam, memborong 62,2 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Dato Low Tuck Kwong, mendorong pasar modal semakin bergelora.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 1,5-2 persen ke level 6.401,89 saat penutupan Jumat (14/8/2026). Kenaikannya setara 100,12 poin.

Bisa jadi, rencana Jhonlin Group mengakuisisi 62,2 persen saham BYAN, melahirkan sentimen positif di kalangan pelaku pasar. Bahwa bisnis batu bara tetap memiliki prospek cerah di masa depan.

Saat ini, komposisi pemegang saham BYAN antara lain, Low Tuck Kwong mengempit saham 40,25 persen, Elaine Low sebesar 22 persen, PT Sumber Suryadaya Prima sebesar 10 persen, Korea East-West Power sebesar 4 persen, Korea Western Power sebesar 4 persen, Korea Southern Power sebesar 4 persen, Korea Midland Power sebesar 4 persen, Korea South-East Power sebesar 4 persen, Lim Chai Hock sebesar 3,26 persen, dan Jenny Quantero sebesar 2,98 persen.

Sehingga, total kepemilikan saham Low Tuck Kwong dan afiliasinya, yakni Elaine Low di BYAN, memang sekitar 62,25 persen. Sesuai angkanya dengan rencana akuisisi oleh Haji Isam.

Sinyal Kuat Haji Isam

Tanda-tanda mega-akuisisi saham mayoritas BYAN ini, terkuak saat Haji Isam melakukan peninjauan ke tambang di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (15/8/2026).

Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam selaku pemilik Jhonlin Group, didampingi Dato’ Low Tuck Kwong selaku pemegang saham pengendali PT Bayan Resources Tbk, serta Norman Joesoef selaku pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) atau Republikorp saat melakukan peninjauan lapangan bersama di area operasional tambang perseroan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Inilah.com)

Kala itu, Haji Isam selaku pemilik Jhonlin Group, didampingi langsung Dato Low Tuck Kwong selaku pengendali BYAN, serta Norman Joesoef selaku pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) atau Republikorp.

Ternyata, tak sekadar memantau lapangan. Dilanjutkan dengan pertemuan yang dihadiri jajaran direksi dari masing-masing perusahaan. Fokusnya membahas teknis konsolidasi aset, serta penyelarasan strategi bisnis menjelang eksekusi transaksi.

Pada penutupan perdagangan Jumat (14/8/2026), harga saham BYAN melejit 20 persen, menjadi Rp14.400. Dengan nilai kapitalisasi pasar bertumbuh menjadi Rp480 triliun.

Fundamental Mentereng BYAN

Rencana masuknya Haji Isam ke dalam peta kepemilikan baru BYAN, menyulut gairah para emiten sejenis. Otomatis, berdampak positif kepada emiten terafiliasi Jhonlin Group. Dipastikan, harganya  bakal semakin melejit.

Tambang Tabang/Pakar adalah tambang batu bara terbesar milik PT Bayan Resources Tbk (BYAN), berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). (Foto: Dok. PT Bayan Resources Tbk).

Sentimen positif juga dipantik aspek fundamental yang tak bisa dibantah. Di mana, laporan keuangan BYAN yang cukup moncer. Di paruh pertama 2026, perusahaan batu bara milik si ‘raja’ batu bara itu, mampu menorehkan catatan positif. 

Paling menonjol adalah capaian laba bersih perseroan yang meroket 17,5 persen, menjadi US$410,26 juta. Atau setara Rp7,3 triliun (Kurs Rp17.850/US$).

Kinerja positif itu, didorong kenaikan pendapatan perseroan yang mencapai US$1,74 miliar, atau setara Rp31,07 triliun di paruh pertama 2026. Capaian ini, memvalidasi bahwa rencana bisnis Haji Isam berbasiskan sisi fundamental kuat.

Wajar jika berdampak kepada pembalikan kepercayaan investor global terhadap sektor pertambangan di Indonesia. Siap-siap pekan depan IHSG bakal lebih meroket.

Efisiensi Hulu dan Hilir Batu Bara

Saat ini, Bayan Resources adalah salah satu produsen batu bara termal terintegrasi yang paling efisien di Indonesia. Ditopang tambang utama di Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

BYAN menguasai rantai pasok penuh dari hulu ke hilir, mencakup konsesi tambang, jalan angkut khusus (hauling road), fasilitas pengolahan, hingga jaringan pelabuhan laut dalam Balikpapan Coal Terminal dan sarana transhipment.

Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam selaku pemilik Jhonlin Group berbincang dengan Dato’ Low Tuck Kwong pemilik PT Bayan Resources Tbk, serta Norman Joesoef selaku pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) atau Republikorp di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Inilah.com) 

Kekuatan BYAN jika dilengkapi RKI di bawah komando Norman Joesoef, bakal menjadi kunci penyeimbang di sisi infrastruktur dan rantai pasok maritim.

Asal tahu saja, RKI merupakan penyedia jasa logistik energi terpadu yang berpengalaman dalam menyokong armada kapal tunda (tugboat), tongkang (barge), hingga pengelolaan pelabuhan muat perairan pedalaman.

Sinergi antara kapasitas produksi jumbo Bayan Resources, kekuatan infrastruktur pertambangan Jhonlin Group, serta keunggulan armada maritim RKI, bakal menciptakan efisiensi biaya operasional yang sangat masif.

Sejauh ini belum ada informasi resmi dari Jhonlin Group maupun pihak Bayan Resources seputar aksi korporasi ini.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang