Grup A FIFA ASEAN Cup Tinggal 3 Tim, Ini Dampaknya bagi Timnas Indonesia

Timnas India resmi mengundurkan diri dari FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di Indonesia. Keputusan itu membuat Grup A Divisi Utama hanya menyisakan tiga tim: tuan rumah Timnas Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Federasi Sepak Bola Seluruh India (AIFF) memilih memprioritaskan laga persahabatan melawan juara dunia lima kali, Brasil, di Kolkata pada 3 Oktober 2026 — tanggal yang sama dengan final Divisi Utama FIFA ASEAN Cup.

Bagi Indonesia, dampaknya terasa langsung. India sedianya menjadi lawan pertama Skuad Garuda pada laga pembuka turnamen.

Alasan AIFF: Kesempatan Sekali Seumur Hidup

Presiden AIFF Kalyan Chaubey menjelaskan keputusan tersebut secara terbuka.

“Kami tidak dapat berpartisipasi dalam FIFA ASEAN Cup karena komitmen kami dengan federasi sepak bola Brasil,” kata Chaubey, dikutip dari Times of India.

Ia menyebut ada kendala teknis yang tidak bisa disiasati. “Ada juga kendala teknis karena hanya empat pertandingan yang bisa dimainkan selama jeda internasional tersebut. Kami telah memberi FIFA, dan para pejabat terkait memahami alasan mengapa kami terpaksa mengambil keputusan ini.”

Chaubey menilai nilai laga melawan Brasil terlalu besar untuk dilewatkan. “Melawan Brasil mungkin merupakan kesempatan sekali seumur hidup bagi para pemain India. Ini adalah sesuatu yang dapat mempromosikan olahraga ini di seluruh negeri kami.”

Ia juga membandingkan dengan frekuensi pertemuan India dengan negara-negara ASEAN. Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir India sudah beberapa kali menghadapi Singapura dan Malaysia, dan bisa bertemu lagi di lain kesempatan.

Meski begitu, Chaubey mengakui turnamen ini punya daya tarik. “FIFA ASEAN Cup adalah kejuaraan penting dan menarik banyak minat. Kami akan merindukannya, tetapi kami akan memanfaatkan sebaik mungkin jendela internasional FIFA.”

Bukan Tim Pertama yang Mundur

India bukan satu-satunya tim undangan yang menarik diri.

Pada Juli lalu, China juga membatalkan keikutsertaan. Mereka memilih tampil di turnamen pemanasan bersama Uzbekistan, Palestina, Tajikistan, dan Korea Utara sebagai persiapan menuju Piala Asia 2027.

Dua pengunduran diri beruntun ini memunculkan pertanyaan soal daya tarik turnamen perdana tersebut, terutama karena dua tim yang mundur berada di peringkat FIFA lebih tinggi dibanding mayoritas peserta ASEAN.

Berdasarkan peringkat FIFA yang dirujuk media Singapura, India berada di posisi 138, sementara China di peringkat 91. Adapun tiga tim tersisa di Grup A adalah Indonesia di peringkat 118, Malaysia 136, dan Singapura 148.

Sampai artikel ini disusun, belum ada kepastian apakah FIFA akan menunjuk tim pengganti untuk mengisi tempat India.

Apa Dampaknya bagi Timnas Indonesia?

Bagi Skuad Garuda, mundurnya India membawa konsekuensi ganda.

Dari sisi peluang, hilangnya satu pesaing berarti persaingan menuju final menjadi lebih ringkas. Dengan format yang tidak mengenal babak semifinal, hanya juara grup yang berhak melaju ke partai puncak.

Namun dari sisi persiapan, ini justru kerugian. India merupakan satu-satunya lawan dari luar Asia Tenggara di Grup A. Menghadapi tim dengan gaya bermain berbeda seharusnya menjadi bahan uji yang lebih bernilai ketimbang bertemu lawan-lawan yang sudah rutin dihadapi.

Indonesia baru saja tersingkir di fase grup Piala AFF 2026 setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura. Artinya, di FIFA ASEAN Cup nanti, Skuad Garuda akan kembali menghadapi lawan yang baru saja menghentikan langkah mereka.

Turnamen ini juga digelar dalam kalender FIFA matchday, sehingga setiap negara wajib melepas pemainnya ke tim nasional. Bagi Indonesia yang banyak mengandalkan pemain berkarier di Eropa, ketentuan ini menjadi keuntungan tersendiri.

Sebagai tambahan, juara Divisi Utama disebut berhak atas hadiah sebesar 1 juta dolar AS.

Ironi Kecil di Balik Keputusan India

Ada satu detail yang menarik dari keputusan AIFF.

Lawan yang mereka pilih, Brasil, kini ditangani Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia itu belum lama ini menolak pinangan Timnas Italia dengan alasan Brasil telah menegaskan kembali kepercayaan penuh kepadanya.

Dengan kata lain, laga yang membuat India meninggalkan Jakarta adalah pertemuan dengan tim yang komitmennya baru saja menjadi sorotan sepak bola dunia.