Isu mengenai kondisi kesehatan Ruben Onsu kembali menjadi sorotan di tengah sengketa hak asuh anak dengan mantan istrinya, Sarwendah. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menyatakan pihaknya memiliki bukti terkait isu yang belakangan disebut sebagai “penyakit tiga huruf”.
Namun, Chris menegaskan pihak Sarwendah tidak akan mengungkap jenis penyakit yang dimaksud kepada publik. Menurutnya, informasi kesehatan merupakan ranah pribadi dan bukti yang dimiliki akan disampaikan melalui proses persidangan.
Isu tersebut bermula dari percakapan pribadi yang secara tidak sengaja terlihat ketika kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, hadir dalam podcast bersama Denny Sumargo. Potongan percakapan itu kemudian ditangkap layar dan diperbesar warganet hingga memunculkan spekulasi mengenai obat yang dikonsumsi Ruben.
Chris sebelumnya juga telah membenarkan bahwa percakapan yang terlihat dalam podcast tersebut memang merupakan percakapan asli antara Sarwendah dan Ruben. Namun, ia menegaskan pihak Sarwendah bukan pihak yang pertama kali membuka informasi mengenai “penyakit tiga huruf” tersebut kepada publik.
Sarwendah Masih Berstatus Istri Ruben Saat Pemeriksaan
Chris menjelaskan, Sarwendah memiliki akses terhadap informasi kesehatan Ruben karena ketika pemeriksaan medis tersebut dilakukan, keduanya masih berstatus sebagai pasangan suami istri.
“Bang Minola lupa bahwa Sarwendah adalah istri kliennya pada saat itu. Jadi apa pun urusan kesehatannya, dokter, rumah sakit, pasti memberikan hasil, bukti pemeriksaan, bukti lab kepada klien kami,” ujar Chris saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).
Menurut Chris, informasi kesehatan tersebut tidak pernah sengaja dibuka Sarwendah kepada publik. Ia menilai isu tersebut muncul setelah percakapan pribadi yang berkaitan dengan kondisi kesehatan Ruben terlihat dalam sebuah tayangan.
“Pertama, tadi kami juga bukan yang membuka terkait dengan penyakit tiga huruf itu, bukan dari kami,” katanya.
Chris mengatakan pihaknya tetap menghormati privasi Ruben dan tidak akan menjadikan informasi medis tersebut sebagai konsumsi publik.
Kubu Sarwendah Klaim Punya Bukti
Meski tidak menyebut jenis penyakit yang dimaksud, Chris memastikan pihaknya memiliki dokumen atau bukti yang menurutnya dapat mendukung pernyataan mengenai isu kesehatan tersebut.
“Nah sampai sekarang pun kami tidak pernah membuka apa penyakit tiga huruf itu. Semua terbuka tidak sengaja oleh apa yang dilakukan oleh kuasa hukum RO. Itu yang pertama,” ujar Chris.
“Lalu yang kedua, apa buktinya? Kami tegaskan kami punya buktinya, yang akan kami sampaikan di pengadilan. Jadi kami tidak buka di sini, tetapi kami buka bukti itu di pengadilan. Kami punya buktinya terkait penyakit tiga huruf. Tetapi sekali lagi kami tidak menyampaikan apa itu,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Sarwendah tengah menghadapi gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben Onsu. Chris menegaskan pihaknya memilih menyampaikan bukti melalui mekanisme persidangan, bukan melalui pernyataan di hadapan media.
Soroti Perbedaan Data dalam Dokumen Pemeriksaan
Selain soal bukti medis, Chris juga menyoroti dokumen hasil pemeriksaan kesehatan yang sebelumnya disebut telah ditunjukkan pihak Ruben.
Menurut dia, terdapat perbedaan data identitas dalam dokumen tersebut, salah satunya mengenai tanggal lahir. Karena itu, ia meminta pihak laboratorium memastikan seluruh data pasien dicatat secara akurat.
“Kami ingatkan kepada lab tersebut, hati-hati. Jangan sampai sengaja, ya, jangan sampai ada indikasi kesengajaan terhadap perubahan tanggal lahir dan identitas. Karena di situ ada riwayat pemeriksaan. Kami enggak mau nanti blunder kepada pihak lab. Jadi sampaikan saja apa adanya,” kata Chris.
Isu Kesehatan Ruben Jadi Bagian dari Polemik
Isu kesehatan Ruben sebelumnya memang menjadi perhatian setelah percakapan yang diduga berkaitan dengan obat HIV beredar di media sosial. Pihak Sarwendah kemudian menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud membuka kondisi kesehatan Ruben kepada publik.
Di sisi lain, Ruben sebelumnya juga pernah mengungkap memiliki riwayat masalah kesehatan serius, termasuk kondisi yang disebut Empty Sella Syndrome (ESS) pada 2022. Kondisi tersebut berbeda dari spekulasi mengenai “penyakit tiga huruf” yang kini beredar di media sosial.
Sampai saat ini, belum ada pernyataan yang mengonfirmasi secara resmi jenis penyakit yang menjadi bahan spekulasi tersebut. Karena itu, dugaan yang beredar di media sosial belum dapat diperlakukan sebagai fakta medis.
Pihak Sarwendah memilih membawa bukti yang mereka klaim miliki ke persidangan. Sementara itu, publik masih menunggu proses hukum untuk mengetahui bagaimana bukti tersebut akan dinilai dan apakah memiliki relevansi terhadap perkara yang sedang berjalan.









