WhatsApp Hadirkan Meta Business Agent, AI Bisa Layani Pelanggan 24 Jam

WhatsApp memperkenalkan Meta Business Agent dalam WhatsApp Business Summit (WABS) Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (11/8/2026). Fitur berbasis kecerdasan artifisial (AI) ini dirancang untuk membantu bisnis melayani pelanggan selama 24 jam langsung melalui percakapan WhatsApp.

Meta Business Agent memungkinkan bisnis menghadirkan agen AI yang dapat merespons pertanyaan pelanggan kapan pun dibutuhkan. Layanan tersebut ditujukan bagi berbagai skala usaha, mulai dari bisnis kecil hingga perusahaan besar.

WhatsApp menyebut adopsi AI di Indonesia menunjukkan potensi yang besar. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam acara tersebut, sebanyak 83 persen atau sekitar delapan dari 10 masyarakat Indonesia merasa terbantu dengan kehadiran agen AI.

Country Director Meta Indonesia Pieter Lydian mengatakan WhatsApp kini tidak hanya digunakan untuk komunikasi personal, tetapi juga berkembang menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk membangun bisnis dan menjalin hubungan dengan pelanggan.

“WhatsApp bukan hanya untuk percakapan harian saja tetapi juga untuk membangun bisnis dan koneksi,” kata Pieter Lydian di The Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Bagi usaha kecil dan menengah (UKM), Meta Business Agent dapat diaktifkan melalui aplikasi WhatsApp Business. Agen AI tersebut dapat merespons pelanggan secara real-time menggunakan gaya komunikasi dan bahasa yang disesuaikan dengan karakter masing-masing bisnis.

Pelaku usaha juga dapat melatih agen AI agar memahami informasi spesifik mengenai bisnis mereka. Teknologi tersebut kemudian dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan pelanggan, memberikan rekomendasi produk berdasarkan katalog, menjadwalkan janji temu, hingga mengidentifikasi calon pelanggan.

Meta Business Agent juga dapat membantu proses penjualan. Jika percakapan membutuhkan penanganan manusia, agen AI dapat mengalihkan percakapan kepada anggota tim untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut.

Sementara bagi perusahaan besar, Meta menghadirkan Business Agent Platform yang memungkinkan perusahaan mengembangkan dan mengkustomisasi agen AI sesuai kebutuhan. Platform tersebut juga dapat diintegrasikan dengan sistem bisnis yang sudah digunakan perusahaan, termasuk Shopify, Zendesk, dan Shopee.

Vice President of India & Southeast Asia at Meta Sandhya Devanathan mengatakan teknologi tersebut dirancang untuk membantu bisnis tetap terhubung dengan pelanggan tanpa terbatas oleh jam operasional.

“Meta Business Agent membantu bisnis di Indonesia hadir dalam setiap momen tersebut melalui percakapan berbasis AI yang cepat, personal, dan tersedia 24 jam sehari, baik bagi perusahaan besar maupun pemilik UKM yang mengelola bisnisnya langsung dari ponsel,” ungkap Sandhya.

Dalam WABS Indonesia 2026, WhatsApp juga memperlihatkan penggunaan Meta Business Agent oleh sejumlah perusahaan. Salah satunya Paragon yang menjadi salah satu perusahaan awal yang mengadopsi Meta Business Agent Platform.

Paragon memanfaatkannya untuk brand DermaScalp Expert (DSE). Teknologi tersebut digunakan untuk membantu pelanggan menemukan solusi yang sesuai sekaligus membangun interaksi yang lebih langsung dengan konsumen.

Chief Technology Officer Paragon Corp Risman Adnan mengatakan penggunaan agen AI membantu perusahaan menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih terarah.

“Meta Business Agent Platform di WhatsApp Business Platform untuk merek DermaScalp Expert (DSE), mempermudah pelanggan menemukan solusi yang tepat, sekaligus membantu mereka dalam membangun hubungan yang lebih langsung dengan pelanggan,” kata Risman.

Pengalaman serupa juga disampaikan Mastung Untung Surapati. Pemilik usaha tersebut mengatakan Meta Business Agent membantu bisnisnya tetap melayani pelanggan di luar jam operasional.

Agen AI dapat melanjutkan percakapan pada malam hari maupun akhir pekan, termasuk menjawab pertanyaan dan membantu pelanggan menyelesaikan pembelian.

“Sejak kami menggunakan Meta Business Agent, tingkat konversi penjualan kami meningkat sebesar 65 persen,” kata dia.

Founder & CEO Sastro Group Mega Putra Md juga mengungkapkan dampak penggunaan Meta Business Agent terhadap layanan pelanggan brand Queensi.

Menurut Mega, sejak menggunakan teknologi tersebut, jumlah percakapan pelanggan yang dapat ditangani meningkat 250 persen. Agen AI juga membantu perusahaan meningkatkan peluang penjualan produk dengan harga atau paket yang lebih tinggi.

“Selain itu, Meta Business Agent juga membantu meningkatkan upselling ke paket yang lebih tinggi pada 60 persen pelanggan,” ucap Mega.

Kehadiran Meta Business Agent menunjukkan perubahan penggunaan AI dalam layanan bisnis. Teknologi tersebut tidak hanya digunakan untuk menghasilkan konten atau membantu pekerjaan internal, tetapi mulai ditempatkan langsung di titik interaksi antara perusahaan dan pelanggan.