Cegah Karhutla, Pemerintah Andalkan Awan Hujan dan Basahi TPA

Diana Medium.jpeg

Selasa, 11 Agustus 2026 – 01:10 WIB

Menko Polkam Djamari Chaniago memberi keterangan pers di Gedung Utama Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026). (Foto: Inilah.com/Diana Rizky)

Menko Polkam Djamari Chaniago memberi keterangan pers di Gedung Utama Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026). (Foto: Inilah.com/Diana Rizky)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chanigo bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat melakukan koordinasi membahas pencegahan sekaligus cara menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau ini.

Tak hanya itu, koordinasi juga mengajak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga TNI-Polri. Berbagai cara akan dilakukan, seperti operasi modifikasi cuaca (OMC) melalui awan hujan untuk menghadirkan hujan buatan.

“Melihat situasi seperti sekarang ini, operasi udara sebenarnya sangat efektif. Menimbulkan hujan buatan yang dilakukan oleh BMKG dan BNPB, itu yang paling tepat, paling efektif. Tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi yaitu kita menemukan ada awan hujan, istilahnya awan hujan,” ujar Djamari di Gedung Utama Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

Ia menegaskan selama awan hujan tersebut tidak ada, maka pihaknya tidak akan bisa membuat hujan buatan. “Untuk itu maka kita mewaspadai betul perubahan cuaca sedikit apapun yang kira-kira akan memunculkan awan hujan, segera kita melakukan operasi modifikasi cuaca,” jelasnya.

Namun Pemerintah memprediksi bahwa pada pekan ini hingga 18 Agustus akan terdapat awan hujan. Meski begitu, pihaknya tidak ingin hanya menunggu awan hujan saja, namun juga melakukan usaha lain.

“Bukan hanya itu, kita juga memperhatikan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Ini pun jadi pengawasan kita jangan sampai itu terbakar. Kita memikirkan yang sana, di sini terbakar. Upaya yang dilakukan untuk mengendalikan (kebakaran) di TPA itu selalu dibasahi agar tidak terbakar,” ungkapnya.

Selain itu, Pemerintah juga mewaspadai enam provinsi yang rawan terjadinya karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Selain enam provinsi ini, karhutla yang sempat terjadi di beberapa lokasi seperti Bromo, Pangrango, dan Rinjani telah selesai dipadamkan.

“Dan itu pun sudah kita kendalikan sampai saat ini. Beberapa laporan tadi yang disampaikan oleh para gubernur, para kepala daerah juga sudah meyakinkan bahwa seluruh keadaan itu akan kita hadapi dengan cepat,” tandas Djamari.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang