Como Boyong Bek Timnas Inggris Trevoh Chalobah Rp617 Miliar dari Chelsea

Klub Serie A Como 1907 resmi mendatangkan bek Timnas Inggris, Trevoh Chalobah, dari Chelsea pada bursa transfer musim panas 2026. Pemain berusia 27 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi lima tahun hingga Juni 2031.

Nilai transfer tidak diungkapkan secara resmi. Namun media-media Inggris melaporkan Como membayar 30 juta euro atau sekitar Rp617 miliar, ditambah sejumlah bonus.

Rekrutan ini menjadi salah satu belanja terbesar Como sejak klub tersebut diambil alih investor asal Indonesia dan naik kelas ke pentas Liga Champions.

Panggilan Telepon Fabregas yang Menentukan

Chalobah mengungkap satu faktor yang membuatnya memilih Como di atas opsi lain: kontak langsung dari pelatih Cesc Fabregas.

Keduanya bukan orang asing. Fabregas pernah membela Chelsea, dan mereka sempat berlatih bersama saat Chalobah masih muda.

“Panggilan telepon dengan Cesc benar-benar bagus, dia menunjukkan betapa besar keinginannya kepada saya,” kata Chalobah kepada situs resmi Como.

Ia menambahkan, “Mengenal Cesc, tentu saja, dia pernah di Chelsea, dan saya berlatih bersamanya ketika saya lebih muda. Sekarang bermain di bawah asuhannya tentu akan luar biasa. Saya pasti akan memberikan segalanya. Saya bersemangat untuk perjalanan baru ini.”

Pendekatan personal semacam ini sejalan dengan pernyataan Fabregas dalam wawancara terbaru dengan La Gazzetta dello Sport, ketika ia menegaskan bahwa fokusnya bukan pada besarnya dana yang dibelanjakan, melainkan pada bagaimana mengeluarkan yang terbaik dari tiap individu.

Chalobah pun menyampaikan harapannya kepada klub barunya. “Saya tidak sabar untuk merasakan atmosfer luar biasa di stadion, dan terhubung dengan para penggemar. Saya akan memberikan segalanya setiap hari untuk membuat sejarah bersama.”

Perpisahan Emosional Setelah 18 Tahun

Kepindahan ini menutup babak panjang di Stamford Bridge. Chalobah masuk akademi Chelsea saat masih anak-anak dan menempuh seluruh jenjang hingga tim utama.

Ia menuliskan pesan perpisahan yang menyentuh di media sosial.

“Seorang anak berusia 8 tahun berjalan masuk melalui pintu-pintu itu. Seorang pria berjalan keluar. Mimpi telah dijalani. Tujuan telah terpenuhi,” tulisnya.

Pesan itu ia tujukan khusus kepada para pemain akademi. “Kepada setiap pemain akademi di Chelsea: teruslah percaya. Waktumu akan tiba. Jangan pernah menyerah.”

Ia melanjutkan, “Setelah 18 tahun, saatnya mengucapkan selamat tinggal kepada Chelsea. Saya datang sebagai anak berusia sembilan tahun dengan sebuah mimpi, dan saya pergi sebagai pria yang telah menjalani mimpi itu dengan cara yang tak pernah saya bayangkan.”

Chalobah juga menyampaikan pesan bernada spiritual kepada pemain muda. “Jalannya tidak akan selalu mulus. Tapi tetaplah siap, tetaplah positif, dan jagalah keyakinanmu. Waktu Tuhan selalu tepat.”

Rekam Jejak di Chelsea dan Timnas Inggris

Perjalanan Chalobah tidak mulus. Sebelum mendapat tempat di tim utama, ia menjalani beberapa masa peminjaman ke Ipswich Town, Huddersfield Town, Lorient, dan Crystal Palace.

Kesabaran itu berbuah. Ia mengumpulkan lebih dari 150 penampilan kompetitif bersama Chelsea dan menjadi bagian dari skuad yang memenangi Piala Super UEFA 2021, Piala Dunia Antarklub FIFA, serta Conference League.

Musim lalu menjadi musim tersibuknya. Ia mencatatkan 47 penampilan di seluruh kompetisi dengan tiga gol dan satu assist.

Bek kelahiran Sierra Leone itu juga menembus Timnas Inggris. Pada Piala Dunia 2026, ia masuk skuad asuhan Thomas Tuchel dan tampil dalam laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis yang berakhir dengan kemenangan Inggris 6-4.

Kepergiannya dari Chelsea terjadi setelah The Blues mendatangkan bek Maxence Lacroix dari Crystal Palace pada bursa musim panas ini.