Deret Kontroversi Wasit Khalfan Al-Amouri di Singapura vs Indonesia

Langkah Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 terhenti di fase grup setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) malam. Namun yang paling ramai dibicarakan bukan hasilnya, melainkan sederet keputusan wasit sepanjang 90 menit.

Wasit asal Oman, Abdullah Salim Khalfan Al Amouri, menjadi pusat perhatian setelah tiga momen krusial berujung merugikan skuad Garuda. Satu di antaranya melibatkan protokol VAR yang baru berlaku — dan justru bagian inilah yang paling banyak disalahpahami.

Tiga Momen yang Jadi Sorotan

Pertama, penalti yang tidak diberikan pada menit ke-20. Striker Indonesia Mitchell Baker dijatuhkan di dalam kotak penalti, namun wasit tidak menunjuk titik putih. Dari tayangan ulang, pelanggaran terlihat cukup jelas. Momen ini terjadi saat skor masih 0-0 dan menjadi keputusan paling dipersoalkan suporter.

Kedua, kartu merah Song Ui-young yang dianulir. Insiden bermula ketika Song terlibat perselisihan tanpa bola dengan Ivar Jenner. Wasit awalnya memberikan kartu kuning kedua kepada Song setelah ia bereaksi dengan gerakan seperti menyikut perut Jenner yang menyengkat kakinya. Kartu merah pun keluar.

Namun wasit kemudian dipanggil untuk memeriksa monitor VAR. Setelah menonton siaran ulang berkali-kali, ia membatalkan kartu kuning kedua sekaligus kartu merah tersebut. Song bertahan di lapangan sebelum akhirnya ditarik keluar.

Keputusan itu memicu protes keras dari para pemain serta suporter Garuda.

Ketiga, sejumlah pelanggaran pemain Singapura yang dinilai luput dari perhatian wasit sepanjang pertandingan.

Aturan yang Sebenarnya: Protokol VAR Baru IFAB

Inilah bagian yang perlu dipahami sebelum menghakimi.

Pembatalan kartu merah Song bukan tindakan di luar aturan. Wasit menerapkan perubahan protokol VAR yang telah disetujui IFAB, di mana kartu merah yang berasal dari kartu kuning kedua yang salah diberikan kini bisa ditinjau ulang.Protokol ini mulai berlaku sejak Piala Dunia lalu dan tercantum dalam perubahan Laws of the Game.

Sebelum aturan ini ada, VAR tidak boleh mengintervensi kartu kuning kedua. Sekarang boleh — sepanjang kartu kuning itu dinilai keliru sejak awal.

Artinya, yang bisa diperdebatkan adalah penilaian wasit terhadap insiden Song–Jenner, bukan kewenangannya untuk meninjau ulang. Dua hal ini berbeda dan sering tercampur dalam perdebatan di media sosial.

Adapun penalti Mitchell Baker pada menit ke-20 berada di kategori berbeda. Insiden penalti memang termasuk situasi yang bisa ditinjau VAR. Tidak adanya intervensi berarti tim VAR menilai keputusan wasit di lapangan tidak sampai pada tingkat kesalahan yang jelas dan nyata — standar yang memang sengaja dibuat tinggi dalam protokol VAR.

Perangkat Pertandingan

Wasit utama laga ini berasal dari Oman. Posisi wasit VAR diisi Pansa Chaisanit asal Thailand, dibantu asisten Jun Mihara. 

Rekam jejak sang wasit utama turut menjadi bahan sorotan. Berdasarkan penelusuran sosok Khalfan Al-Amouri, namanya tidak tercatat sebagai wasit utama di level elit FIFA maupun AFC, dan lebih sering bertugas sebagai asisten wasit di turnamen regional.

Jalannya Pertandingan

Terlepas dari kontroversi, Indonesia sempat berada di jalur yang benar.

Cahya Supriadi tampil baik di babak pertama dengan dua penyelamatan penting, masing-masing menggagalkan tendangan Song Ui-young dan Ilhan Fandi.

Dua menit setelah turun minum, Indonesia memecah kebuntuan. Ragnar Oratmangoen menjebol gawang Singapura pada menit ke-47 setelah memaksimalkan umpan Dony Tri Pamungkas.Itu menjadi gol keempat Ragnar bagi Timnas Indonesia, sekaligus gol pertamanya sejak kemenangan atas Oman pada Juni 2026.

Keunggulan itu tak bertahan lama. Pada menit ke-66, Ilhan Fandi menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang. Situasi tersebut turut dipengaruhi koordinasi yang kurang ideal antara Cahya Supriadi dan Rizky Ridho di lini pertahanan.

Indonesia masih punya peluang emas. Pada menit ke-78, pemain pengganti Rizky Eka Pratama berdiri bebas dalam situasi satu lawan satu dengan penjaga gawang, tetapi penyelesaiannya melebar tipis. Tambahan waktu tujuh menit di babak kedua tak cukup mengubah keadaan.

Ujung dari Segalanya

Hasil imbang membuat Indonesia menutup fase grup di peringkat ketiga Grup A dengan delapan poin, sementara Singapura melaju ke semifinal bersama Vietnam.

Ini menjadi kali keenam Indonesia tersingkir di fase grup Piala AFF, menambah daftar kegagalan pada edisi 2007, 2012, 2014, 2018, dan 2024.

Kontroversi wasit memang nyata dan layak dipersoalkan. Tetapi catatan pertandingan juga menunjukkan hal lain: gol penyama Singapura lahir dari kesalahan sendiri, dan peluang bersih di menit ke-78 gagal dikonversi. Dua faktor itu berada sepenuhnya dalam kendali Garuda.