Kepala BPOM Taruna Ikrar memaparkan konsep Academic-Business-Government (ABG) di UNPRI Medan sebagai strategi mempercepat hilirisasi riset, inovasi, dan mewujudkan universitas kelas dunia. (Foto: BPOM)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, menegaskan perguruan tinggi di Indonesia tidak akan mampu mencapai reputasi internasional tanpa membangun kolaborasi yang kuat antara dunia akademik, industri, dan pemerintah.
Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan inovasi, mempercepat hilirisasi riset, sekaligus meningkatkan daya saing nasional.
Pernyataan itu disampaikan Taruna Ikrar saat memberikan kuliah umum di Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan konsep Academic-Business-Government (ABG) sebagai strategi membangun ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan.
Menurut Taruna Ikrar, perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik yang baik. Kampus juga dituntut mampu menciptakan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Tanpa kolaborasi, kampus akan sulit mendunia. Universitas kelas dunia tidak hanya unggul dalam publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang dimanfaatkan industri, memberi solusi bagi masyarakat, serta didukung kebijakan pemerintah. Inilah esensi konsep Academic–Business–Government (ABG),” ujar Taruna Ikrar dalam siaran pers yang diterima inilah.com, Jumat (7/8).

Konsep ABG Percepat Hilirisasi Riset
Taruna Ikrar menjelaskan, konsep ABG menempatkan perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya ilmu pengetahuan dan inovasi. Dunia usaha berperan mengubah hasil penelitian menjadi produk bernilai tambah melalui proses hilirisasi, sedangkan pemerintah berfungsi sebagai regulator sekaligus fasilitator yang menciptakan iklim inovasi berbasis sains.
Menurutnya, ketiga unsur tersebut harus berjalan secara terpadu agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, melainkan mampu menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menilai model kolaborasi seperti itu telah diterapkan secara konsisten di berbagai negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Universitas di negara-negara tersebut tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga motor penggerak riset, teknologi, serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Bagikan Pengalaman Akademik Internasional
Dalam kuliah umum tersebut, Taruna Ikrar juga membagikan perjalanan akademiknya sebagai contoh pentingnya membangun jejaring internasional.
Ia menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Hasanuddin, kemudian meraih gelar Magister Farmakologi di Universitas Indonesia. Selanjutnya, ia memperoleh gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) bidang Cardiovascular and Vital Control di Niigata University, Jepang.
Karier akademiknya berlanjut sebagai peneliti di University of California, Irvine (UCI), Amerika Serikat, serta menjadi Research Scholar di Harvard University.
Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa universitas yang mampu bersaing di tingkat global selalu memiliki karakteristik yang sama, yakni menghasilkan riset berkualitas, membangun kolaborasi internasional, serta mampu menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan industri dan kebijakan pemerintah.
Relevan bagi Pengembangan Industri Kesehatan
Sebagai Kepala BPOM, Taruna Ikrar menilai konsep ABG sangat penting dalam mempercepat pengembangan industri kesehatan nasional, termasuk obat, vaksin, kosmetik, pangan olahan, hingga produk berbasis bahan alam Indonesia.
Melalui riset yang kuat, dukungan industri, dan regulasi yang adaptif berbasis sains, Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat inovasi kesehatan dan farmasi di kawasan.
Karena itu, ia mengajak seluruh sivitas akademika UNPRI memperkuat budaya riset, meningkatkan publikasi ilmiah internasional, memperluas kolaborasi global, serta menghasilkan inovasi yang dapat dihilirisasikan menjadi produk unggulan nasional.
Menurutnya, kampus harus menjadi pusat lahirnya solusi atas berbagai tantangan bangsa, mulai dari ketahanan kesehatan, ketahanan pangan, hingga transformasi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan.

Sejalan dengan Asta Cita Presiden
Menutup kuliah umumnya, Taruna Ikrar menegaskan bahwa implementasi konsep Academic-Business-Government (ABG) sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun sumber daya manusia unggul, memperkuat riset dan inovasi nasional, serta mendorong hilirisasi industri berbasis ilmu pengetahuan.
Ia optimistis, melalui kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah, Indonesia mampu melahirkan lebih banyak universitas berkelas dunia yang menjadi pusat inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penggerak kemajuan bangsa.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









