Kasus Dokter Muda Tewas, Praktisi Kesehatan Desak Evaluasi Total Sistem Internship PIDI

artwork-didit.png

Kamis, 30 Juli 2026 – 05:35 WIB

Pemandangan kawasan Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan, yang menjadi lokasi meninggalnya dr. Siti Zahra Maghfira (SZM) usai jatuh dari lantai 18. (Foto: inilah.com/M Tegar Jihad)

Pemandangan kawasan Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan, yang menjadi lokasi meninggalnya dr. Siti Zahra Maghfira (SZM) usai jatuh dari lantai 18. (Foto: inilah.com/M Tegar Jihad)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kasus meninggalnya seorang dokter muda, dr. Siti Zahra Maghfira, di Apartemen Kalibata kembali menyorot keras kondisi dan sistem pembinaan peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI). Praktisi kesehatan, dr. Ngabila Salama, menilai peristiwa ini tidak bisa dipandang sebagai kejadian terpisah, melainkan harus menjadi alarm untuk evaluasi menyeluruh.

Ngabila menyampaikan duka mendalam atas wafatnya para sejawat dokter yang tengah menjalani masa internship. Ia meminta publik menahan diri dan tidak berspekulasi terkait penyebab kematian, mengingat proses investigasi masih berlangsung.

“Kita sebaiknya tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai penyebab setiap kasus, karena sebagian masih dalam proses investigasi oleh kepolisian, rumah sakit, dan Kementerian Kesehatan,” kata Ngabila kepada Inilah.com, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, penghormatan terhadap proses hukum dan privasi keluarga korban harus dikedepankan. Namun, di saat yang sama, rangkaian kejadian ini perlu dijadikan momentum untuk membenahi sistem yang ada.

Ia menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dokter muda, termasuk aspek keselamatan peserta, kesehatan fisik dan mental, hingga beban kerja selama menjalani pendidikan dan praktik.

“Keselamatan peserta didik, kesehatan fisik, kesehatan mental, beban kerja yang proporsional, lingkungan belajar yang suportif, akses terhadap layanan konseling, serta mekanisme pelaporan yang aman perlu terus diperkuat,” ujar dia.

Ngabila juga mendorong agar setiap kasus diusut secara transparan dan objektif. Hasil investigasi diharapkan tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Ia mengingatkan, tekanan selama masa pendidikan dan internship kerap tidak terlihat, sehingga sistem dukungan harus diperkuat agar dokter muda tidak merasa sendirian.

“Jangan sampai ada dokter muda yang merasa berjuang sendirian ketika menghadapi tekanan. Budaya saling peduli dan saling menjaga di lingkungan pelayanan kesehatan harus terus dibangun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ngabila menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah perbaikan sistem, bukan spekulasi. Ia berharap evaluasi terhadap program internship dilakukan secara serius, mencakup kesehatan mental, beban kerja, lingkungan belajar yang aman, serta dukungan psikologis yang memadai.

“Yang terpenting saat ini adalah memastikan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang,” tuturnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang