Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BI: Stabilitas Moneter Harga Mati

Iwan Medium.jpeg

Rabu, 29 Juli 2026 – 19:20 WIB

Ilustrasi Bank Indonesia. (Foto: Antara)

Ilustrasi Bank Indonesia. (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas, Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan bahwa stabilitas moneter adalah harga mati. Karena menjadi prasyarat utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat, sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi,” papar Erwin di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Optimalisasi bauran kebijakan moneter, kata dia, menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Jadi, upaya bank sentral tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, namun juga mengerahkan instrumen moneter lainnya.

“Berbagai instrumen yang dimaksud, termasuk triple intervention di pasar valas (Spot, NDF dan DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter seperti SRBI yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging, terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing,” bebernya.

Selanjutnya, kata Erwin, BI juga menjalankan strategi dalam menjaga kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan. Posisi SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia), berada dalam tren yang lebih terkendali.

“Ke depan, penerbitan SRBI terus diarahkan agar selaras dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas dan mendukung masuknya aliran modal asing guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah,” tandasnya.

Di sisi lain, lanjutnya, BI terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) terus diperkuat.

Dia menyebutnya sebagai langkah penting untuk mendorong pembiayaan sektor-sektor prioritas. Termasuk penguatan mekanisme redistribusi likuiditas sektor keuangan, agar transmisi pembiayaan menjadi semakin efektif.

“Selain itu, kebijakan digitalisasi sistem pembayaran juga terus diakselerasi sehingga makin mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang