Rekaman CCTV sebelum aksi main hakim sendiri warga Bali hingga menyebabkan seorang tewas (foto:InfoBali)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
“Bapak…bapak” teriak KD (7), menangisi ayahnya yang sudah tak bergerak, tergeletak di tanah.
Malam itu, Jumat (24/7/2026), warga Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, dibuat geger dengan kabar pencurian ayam.
Namun bukan soal ayam dicuri yang menarik perhatian, namun aksi main hakim sendiri sejumlah warga yang menyebabkan terduga pelaku, berinisial KD, tewas tanpa bisa membela diri atas tuduhan pencurian ayam tersebut.
“Anaknya ada tiga. Yang paling besar sudah menikah, yang nomor dua baru kelas 1 SMA, dan yang paling kecil masih kelas 1 SD. Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih,” kata Perbekel Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, I Made Sutama, menyesali aksi main hakim sendiri.
Momen pilu putri bungsu KD menangisi jenazah ayahnya tersebut viral di media sosial. Tampak, bocah perempuan itu berada di antara kerumunan orang-orang memanggil-manggil ayahnya yang sudah tidak bernyawa sambil menangis.
Polisi kejar pelaku pengeroyokan
Merespon kejadian miris itu, Polda Bali turun tangan melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi maupun pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Polres Tabanan bergerak cepat dengan melakukan serangkaian langkah penanganan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).
Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian. “Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian dan proses pemeriksaan masih terus berlangsung untuk mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut,” tuturnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diduga memperlihatkan sejumlah orang yang berkaitan dengan dugaan penganiayaan terhadap korban. Menurut Ariasandy, rekaman tersebut kini menjadi salah satu alat bukti penting yang sedang dianalisis guna memastikan identitas serta peran masing-masing pihak.
“Rekaman tersebut saat ini menjadi salah satu alat bukti penting yang sedang dianalisis dan didalami untuk memastikan identitas serta peran masing-masing pihak yang terlibat. Sehingga proses penegakan hukum dapat dilakukan secara objektif dan berdasarkan alat bukti yang sah,” tuturnya. Di sisi lain, Polres Tabanan juga telah menemui keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya IKD alias S.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












