Hasil Negosiasi DFB: Jurgen Klopp Setuju Jadi Pelatih Baru Jerman

Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) pada Sabtu (11/7) mengumumkan bahwa Jurgen Klopp telah mencapai kesepakatan terkait “poin-poin utama” untuk menjadi pelatih kepala Timnas Jerman yang baru. 

Klopp diproyeksikan untuk mengisi kursi kosong yang ditinggalkan oleh Julian Nagelsmann, yang mengundurkan diri pascakegagalan memalukan Der Panzer di Piala Dunia 2026.

Mantan manajer Liverpool dan Borussia Dortmund yang bergelimang trofi tersebut dengan cepat diidentifikasi sebagai kandidat utama (favorit) untuk membangkitkan kembali masa kejayaan sepak bola Jerman.

Negosiasi di New York dan Izin Red Bull

Pihak DFB mengonfirmasi bahwa negosiasi telah dilangsungkan di New York pada hari Jumat. Pertemuan krusial tersebut dihadiri langsung oleh Presiden DFB Bernd Neuendorf, Wakil Presiden Hans-Joachim Watzke, dan Klopp, yang saat ini menjabat posisi eksekutif sebagai Kepala Sepak Bola Global (Head of Global Soccer) untuk grup Red Bull.

“Dalam pertukaran (diskusi) yang konstruktif, sebuah kesepahaman telah dicapai mengenai poin-poin utama yang esensial dari potensi kontrak kerja,” tulis pernyataan resmi DFB.

“Kedua belah pihak yakin bahwa negosiasi ini, yang masih tunduk pada persetujuan dengan perusahaan tempat Klopp bekerja saat ini, Red Bull, pada akhirnya dapat diselesaikan dengan sukses.”

Selama gelaran Piala Dunia 2026, Klopp sebenarnya tidak jauh dari pinggir lapangan. Pelatih berusia 59 tahun itu bekerja sebagai pandit untuk stasiun televisi Jerman, Magenta TV, dan bahkan sempat berpartisipasi dalam wawancara pascapertandingan bersama Nagelsmann di pinggir lapangan.

“Baterai Saya Sudah Terisi Penuh”

Klopp belum kembali meracik strategi dari pinggir lapangan sejak meninggalkan posisinya di Liverpool pada tahun 2024. Di Anfield, ia sukses mempersembahkan seluruh trofi mayor yang tersedia, termasuk Liga Champions dan mengakhiri puasa gelar Liga Premier Inggris selama 30 tahun. Sempat dirumorkan akan berlabuh ke Real Madrid pada bulan Maret lalu, Klopp secara tegas menepisnya.

Namun kini, panggilannya untuk melatih tim nasional negaranya sendiri tampaknya tak tertahankan.

“Sekitar dua tahun lalu saya berhenti di Liverpool dan mengatakan bahwa saya kehabisan energi untuk pekerjaan lain atau untuk bertahan satu tahun lagi bersama Liverpool. Sejak saat itu, baterai saya sudah lebih dari terisi penuh, saya siap,” ungkap Klopp kepada Magenta TV pekan lalu.

Misi Berat Membangkitkan Der Panzer

Tugas Klopp di Timnas Jerman tidak akan mudah. Sejak menjuarai Piala Dunia untuk keempat kalinya pada 2014, Jerman terus-menerus gagal di panggung dunia. Mereka tersingkir di fase grup secara beruntun pada edisi 2018 dan 2022.

Meski pada turnamen 2026 dengan format baru 48 tim ini Jerman sukses melewati fase grup, mereka harus rela angkat koper usai disingkirkan oleh Paraguay lewat drama adu penalti di babak 32 besar (babak baru yang diperkenalkan di edisi ini).

Menyikapi kegagalan tersebut, Klopp sebelumnya sempat memberikan pandangannya bahwa “ada kebutuhan untuk mengubah berbagai hal secara mendasar” di tubuh Timnas Jerman. Meski demikian, ia membela Nagelsmann dengan menyebutnya sebagai “pelatih yang luar biasa” dan tidak pantas disalahkan atas kampanye mengecewakan tersebut.

Kini, seluruh publik Jerman menanti tuah sang “Heavy Metal Football” untuk kembali mengembalikan martabat Der Panzer di kancah sepak bola internasional.