Vietnam dan Filipina Jadi Negara Menengah Atas, Menko Airlangga Jelaskan Status RI

Clara Medium.jpeg

Sabtu, 11 Juli 2026 – 16:10 WIB

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto kepada wartawan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto kepada wartawan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bank Dunia memasukkan Vietnam dan Filipina sebagai negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income country).

Adapun Vietnam memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita sekitar US$4.970 sementara itu Filipina USD 4.850 per kapita. Hal tersebut tentu menunjukkan di atas ambang batas negara berpendapatan menengah atas yang ditetapkan USD 4.636 per kapita.

Merespons hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Indonesia sudah lebih dulu menjadi negara berpendapatan menengah atas sejak Covid-19.

“Kita sudah naik dari kemarin. Kita kan sudah termasuk upper middle class kemarin pasca COVID kemarin,” ujar Airlangga, Sabtu (11/7/2026).

Airlangga menekankan, pemerintah tengah berupaya untuk terus menaikkan pendapatan per kapita. Salah satunya dengan mendorong perekonomian melalui artificial intelligence (AI) dan digital ekonomi.

“Ini kita dengan beberapa program termasuk salah satu yang tadi dibahas dengan para lebih dari 60 duta besar, bagaimana pembangkitan perekonomian melalui artificial intelligence dan digital economy. Nah, ini pemerintah sedang siapin PP-nya terkait dengan itu,” kata dia.

Lebih lanjut, untuk mendukung transformasi ekonomi digital, Indonesia telah bergabung dengan inisiatif Pax Silica, yang merupakan aliansi strategis yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengamankan rantai pasok global dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.

“Jadi AI ini menjadi salah satu peluncur pertumbuhan ekonomi ke depan karena semua negara ininya sama, starting line-nya sama. Jadi belum ada yang lebih unggul dari yang lain, tetapi tentu ini semua teknologinya berbasis kepada kemampuan inovasi yang sekarang kalau kita bisa katakan seluruhnya masih perusahaan-perusahaan unggul inovasi ini seluruhnya masih di Amerika,” jelas dia.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang