Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI), Yenny Wahid. (Foto: Kemenpora)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketua Umum (Ketum) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, menilai persoalan anggaran pelatnas kini berada di tangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Meski Presiden Prabowo Subianto disebut telah menyetujui skema pelatnas berkesinambungan atau multi-years, hingga kini anggaran yang dinantikan belum juga turun.
Yenny mengatakan, sampai saat ini FPTI masih merasakan betul dampak efisiensi anggaran yang memangkas lebih kurang 70 persen anggaran cabor.
Apalagi efeknya sudah mulai terasa dalam persiapan atlet menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Persoalan ini tak lepas dari pemangkasan anggaran pemerintah yang berdampak pada pagu Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dari total anggaran Kemenpora sebesar Rp1,15 triliun, anggaran kementerian tersebut dipangkas sekitar Rp270 miliar.
“Kemenpora lumayan responsif gitu, berusaha. Saya mengerti keterbatasan mereka. Ya kalau anggarannya dipotong 70 persen juga kan ya gimana, gitu. Makanya ini yang kita ketuk pintu hatinya adalah Kemenkeu ini,” kata Yenny kepada Inilah.com, saat dihubungi Selasa (7/7/2026).
Yenny menegaskan komunikasi antara FPTI dan Kemenpora terus berjalan. Namun, menurutnya, persoalan utama bukan lagi berada di Kemenpora.
Ia pun menyinggung komitmen Presiden Prabowo yang sebelumnya telah menyetujui usulan pelatnas menggunakan skema multi-years. Informasi itu, kata Yenny, disampaikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir kepada seluruh federasi.
Dengan pelatnas yang berjalan tanpa jeda, pengurus ataupun pelatih dapat menyusun program latihan secara berkelanjutan dan terukur guna mencapai performa terbaik atlet.
“Nah, padahal Presiden sudah mengatakan bahwa pelatnas harus berkesinambungan. Kan beberapa waktu yang lalu Pak Erick ketemu Pak Presiden. Lalu Pak Erick mengabarkan kepada kami, ‘Ini Presiden sudah setuju’ gitu. Ya kita semua bersyukur, alhamdulillah. Tapi ternyata sampai sekarang budget-nya belum turun, anggarannya ini,” kata dia.
Akibat belum cairnya anggaran tersebut, pelaksanaan pelatnas panjat tebing sempat berada di ujung tanduk. Bahkan, muncul wacana pemulangan atlet ke daerah masing-masing apabila pendanaan tak kunjung tersedia.
“Nah, tapi ternyata kemudian dengan kita komunikasi terus dengan Kemenpora, ya akhirnya masih dilanjutkan tapi ya itu dengan suasana sangat prihatin itu. Pelatnas prihatin itu yang saya bilang. Gitu. Enggak tahu nih kita lagi cari tempat gitu, jadi ya memang pemotongan anggarannya luar biasa drastis,” bebernya.
Saat ini, atlet-atlet pelatnas FPTI juga dipulangkan sementara menyusul rencana pemindahan lokasi pemusatan latihan. Federasi menargetkan pelatnas dapat kembali berjalan di tempat yang baru dalam bulan ini.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











