Institut Kemandirian Dompet Dhuafa meluncurkan program penempatan kerja ke Jepang dan memperkuat kemitraan industri melalui Vocational Insight 2026. (Foto: Dompet Dhuafa)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Institut Kemandirian Dompet Dhuafa memperkuat komitmennya dalam mencetak tenaga kerja siap pakai melalui penyelenggaraan Vocational Insight 2026 bertema Unlock Your Potential: Mewujudkan Keterampilan Menjadi Kesempatan Karier.
Kegiatan yang digelar Selasa (30/6/2026) itu menjadi bagian dari peringatan 33 tahun Dompet Dhuafa sekaligus upaya menjembatani lulusan pelatihan vokasi dengan dunia industri hingga pasar kerja internasional.
Program tersebut digelar di Institut Kemandirian, Tangerang, Banten, dan diikuti 57 peserta yang terdiri atas siswa aktif program Service Motor, Sekolah Tukang Ahli, Menjahit, serta alumni pelatihan Cukur, Pijat, dan Barista. Sejumlah mitra industri sebagai penyerap tenaga kerja juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai sekitar 7,2 juta orang pada 2025. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi lulusan sekolah vokasi yang harus bersaing di tengah pasar tenaga kerja ASEAN.
Sebagai lembaga vokasi dan inkubasi bisnis, Institut Kemandirian menghadirkan pelatihan berbasis kebutuhan industri agar peserta memiliki keterampilan teknis sekaligus karakter yang dibutuhkan dunia kerja.
Pada kesempatan tersebut, Institut Kemandirian meluncurkan sejumlah program strategis, salah satunya Kick Off Program Tenaga Kerja Jepang yang membuka peluang alumni bekerja di pasar internasional.
Selain itu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan tiga mitra industri, yakni Tauberes, Kita Jahitin, dan Setia Motor sebagai offtaker atau perusahaan penyerap tenaga kerja lulusan Institut Kemandirian.
Lembaga tersebut juga meresmikan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Motor sebagai fasilitas sertifikasi peserta pelatihan otomotif, sekaligus meluncurkan buku rekam jejak perjalanan Institut Kemandirian.
Ketua Pengurus Yayasan Umar Usman, Asep Hendriana, mengatakan kolaborasi menjadi faktor penting untuk memperluas kesempatan kerja bagi para lulusan.
“Kolaborasi pentahelix diperlukan untuk menguatkan program yang dijalankan IK. Hari ini kami menghadirkan berbagai mitra kerja sama sebagai komitmen Institut Kemandirian membuka kolaborasi dengan berbagai pihak demi memaksimalkan kebermanfaatan dan tercapainya output serapan kerja,” kata Asep.
Ia mengibaratkan kolaborasi tersebut seperti sapu lidi yang akan lebih kuat jika disatukan.
“Layaknya sapu lidi, jika hanya satu mudah dipatahkan dan tidak dapat dimanfaatkan, tetapi jika digabungkan maka akan bermanfaat,” ujarnya.
Kegiatan Vocational Insight juga menghadirkan sesi inspiratif bersama Supardi Lee yang membahas pengenalan potensi diri, pentingnya growth mindset, serta keseimbangan antara keterampilan teknis dan karakter dalam membangun karier.
Sementara itu, Manager Diklat dan Operasional Institut Kemandirian, M. Imam Baihaqi, menegaskan pendidikan vokasi menjadi salah satu strategi memutus rantai kemiskinan.
“Pendidikan merupakan program yang strategis untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan model pendidikan TEKUN (Terampil, Kerja, Usaha, Naik Kelas), Institut Kemandirian siap menyediakan berbagai jurusan pelatihan vokasi dengan kurikulum praktis dan terhubung dengan peluang bekerja dan berwirausaha,” katanya.
Menurut Imam, pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong peserta berkembang dari penerima manfaat menjadi pemberi manfaat.
“Di usia 21 tahun ini, Institut Kemandirian terus memperluas jangkauan manfaat dari pelatihan keterampilan hingga kemandirian usaha demi generasi Indonesia yang lebih mandiri,” ujarnya.
Melalui Vocational Insight 2026, Institut Kemandirian menargetkan semakin banyak lulusan pelatihan yang terserap di dunia kerja, baik di dalam negeri maupun pasar internasional, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pelatihan dan sektor industri.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













