Di usia 18 tahun, Rendy Apriliansyah sudah memahami arti perjuangan hidup. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, anak yatim asal Kabupaten Lebak, Banten, itu memilih berjualan demi membantu ibunya memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kini, kerja kerasnya membuahkan hasil. Melalui Program 1 Miliar Kebaikan yang digagas Inilah.com, Rendy memperoleh gerobak usaha baru lengkap dengan identitas merek dagangnya serta beasiswa kuliah di Universitas Terbuka.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi Rendy untuk mengembangkan usaha kulinernya sekaligus melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Berjualan Sejak Kelas 3 SD
Rendy yang baru lulus dari SMKN 1 Warunggunung dikenal sebagai sosok pekerja keras. Bersama ibunya, ia membangun usaha kuliner bernama Tampol Bagor, singkatan dari Tahu Walik, Sempol, dan Bakso Goreng.
Selain tiga menu utama tersebut, usahanya kini juga menjual dimsum, cireng, hingga makaroni pedas.
Sang ibu mengenang, bakat berdagang Rendy sudah terlihat sejak kelas 3 sekolah dasar. Saat teman-teman seusianya bermain, Rendy memilih menjual kue buatan tetangganya dengan berjalan kaki mengelilingi kampung menggunakan kantong plastik.
“Sejak kelas 3 SD dia sudah jualan. Bawa kue pakai kresek, keliling kampung dari rumah ke rumah. Dia memang dari kecil sudah senang berdagang,” tutur sang ibu kepada Inilah.com.
Uang Rp10 Ribu yang Membuat Sang Ibu Menangis
Salah satu kenangan yang paling membekas bagi sang ibu terjadi ketika Rendy masih kecil.
Sepulang berjualan, Rendy hanya membawa hasil sebesar Rp10 ribu. Namun uang itu tidak digunakan untuk membeli jajanan ataupun mainan.
Ia justru membangunkan ibunya yang sedang beristirahat.
“Mah, ini duit buat beli beras,” ucap Rendy sambil menyerahkan uang hasil jualannya.
Mendengar perkataan itu, sang ibu tak mampu menahan air mata.
“Saya langsung nangis. Anak sekecil itu harusnya mikirin mainan sama teman-temannya, tapi dia malah mikirin beras untuk keluarganya. Dari situ saya tahu dia punya hati yang besar,” kenangnya.
Dibimbing Guru Bangun Usaha
Semangat berwirausaha Rendy terus berkembang saat menempuh pendidikan di SMKN 1 Warunggunung.
Ketika duduk di kelas XI, gurunya, Adam, melihat potensi besar yang dimiliki Rendy. Ia kemudian membimbing siswanya mengembangkan usaha kuliner dengan membangun merek Tampol Bagor agar lebih dikenal masyarakat.
Setiap hari, Rendy berjualan menggunakan gerobak dan membawa produknya ke sekolah. Saat jam istirahat, ia menawarkan dagangannya kepada teman-teman dan warga sekolah.

Keuntungan dari usaha tersebut digunakan untuk membantu kebutuhan rumah tangga bersama ibunya.
Tetap Berbagi Meski Hidup Sederhana
Meski hidup dalam keterbatasan, Rendy tidak melupakan pentingnya berbagi.
Setiap hari Jumat, ia rutin membagikan bakso cilok kepada anak-anak sekolah dan jemaah masjid usai Salat Jumat.
“Dia selalu bilang kalau rezeki itu harus dibagi. Saya bangga karena walaupun hidup kami sederhana, dia tetap mau berbagi dengan orang lain,” kata sang ibu.
Dapat Gerobak Baru dan Beasiswa Kuliah
Perjalanan hidup Rendy kemudian mendapat perhatian melalui Program 1 Miliar Kebaikan yang diinisiasi Inilah.com.
Melalui program tersebut, Rendy menerima gerobak usaha baru lengkap dengan desain identitas merek Tampol Bagor yang dirancang oleh tim kreatif Inilah.com.
Selain itu, ia juga memperoleh beasiswa kuliah di Universitas Terbuka beserta berbagai perlengkapan penunjang pendidikan seperti laptop, modem internet, tas, sepatu, pakaian, dan kebutuhan lainnya.
Namun di tengah kebahagiaan menerima bantuan, Rendy kembali menunjukkan sifat yang membuat banyak orang tersentuh.
Saat diberi kesempatan membeli perlengkapan kuliah, ia tidak menghabiskan seluruh bantuan untuk dirinya sendiri. Sebagian dana justru digunakan untuk membelikan pakaian bagi ibunya.
“Bagi saya, kebahagiaan terbesar bukan ketika menerima bantuan, tapi melihat ibu ikut bahagia. Semua yang saya lakukan memang untuk ibu,” ujar Rendy.
Kini, Rendy menatap masa depan dengan harapan yang lebih besar. Selain melanjutkan pendidikan tinggi, ia bercita-cita mengembangkan usaha Tampol Bagor agar mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya.













