Demi Kurangi Impor, SKK Migas: Pabrik LPG Terbesar di Jabar Siap Operasi

Iwan Medium.jpeg

Minggu, 21 Juni 2026 – 16:42 WIB

Pabrik LPG terbesar di Jawa Barat. (Foto: Antara).

Pabrik LPG terbesar di Jawa Barat. (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto membawa kabar baik terkait produksi LPG nasional.

Dia mengungkap adanya perkembangan signifikan dari pembangunan pabrik LPG terbesar di Jawa Barat yang kini telah rampung dan memasuki tahap akhir komisioning pada Minggu (21/6/2026).

Pabrik strategis ini, kata Djoko, memanfaatkan pasokan gas sebesar 40 MMSCFD dari lapangan offshore Pertamina ONWJ, dengan kandungan propane (C3) sebesar 8 persen dan butane (C4) sebesar 2 persen.

Nantinya, pabrik ini mampu memproduksi LPG sebanyak 170 hingga 190 metrik ton per hari. Produksinya tak hanya LPG, namun juga kondensat sebanyak 350 barel minyak per hari (BOPD).

Jika dikonversi, kontribusi tersebut setara dengan tambahan lifting minyak lebih dari 2.000 BOPD. “Ini menjadi kabar baik bagi upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor LPG,” ujar Djoko.

Informasi saja, pabrik ini dibangun dari kolaborasi PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) bersama PT Sumber Aneka Gas (SAG), mengadopsi teknologi asal Jerman berupa kombinasi 2-stage refrigerator dan turbo expander.

Teknologi ini memungkinkan hingga 99 persen kandungan C3 dan C4 diproses optimal menjadi LPG.

Saat ini, tahapan komisioning terus dikebut. Secara paralel, tim juga menuntaskan Non-Destructive Test (NDT) pada jaringan pipa penyalur LPG, kondensat, dan lean gas. Setelah NDT selesai, tahapan berikutnya adalah hydrotest yang dijadwalkan pada Senin.

Jika seluruh proses berjalan lancar, izin operasi tetap dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi ditargetkan terbit pada Kamis, dan lifting perdana serta penjualan LPG bisa dimulai pada Jumat.

Menariknya, lean gas hasil pemrosesan tidak terbuang sia-sia. Gas tersebut akan dialirkan sebagai bahan baku ke Pupuk Kujang, sehingga memberi nilai tambah bagi industri pupuk nasional.

Dengan beroperasinya fasilitas ini, Indonesia diproyeksikan bisa menekan impor LPG, memperkuat cadangan energi domestik, dan menjaga pasokan LPG bagi masyarakat tetap aman.

Jika semua berjalan sesuai jadwal, pabrik ini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam penguatan ekosistem hilirisasi gas nasional serta bukti bahwa kolaborasi antara SKK Migas, Pertamina, dan mitra swasta mampu mendorong peningkatan lifting migas nasional.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang