Tembus Pasar Ekspor, 28 Ton Lidi Sawit Hasil Petani dan UMKM Dikirim ke China

Ajat Medium.jpeg

Sabtu, 20 Juni 2026 – 21:06 WIB

BPDP dan ASPEKPIR lepas ekspor perdana 28 ton lidi sawit ke China. (Foto: dok-bpdp)

BPDP dan ASPEKPIR lepas ekspor perdana 28 ton lidi sawit ke China. (Foto: dok-bpdp)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia melepas ekspor perdana 28 ton lidi sawit ke China dari Belawan, Medan, Sumatera Utara pada Rabu (17/6/2026).

Lidi sawit yang diekspor berasal dari perkebunan rakyat di Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Produk tersebut dikumpulkan oleh petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta koperasi anggota ASPEKPIR melalui program pemberdayaan yang dijalankan bersama BPDP. PT Arra Setya Abadi bertindak sebagai eksportir yang memasarkan produk tersebut ke pasar internasional.

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, yang diwakili Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Anwar Sadat mengatakan ekspor perdana ini merupakan hasil dari rangkaian workshop dan diseminasi pengembangan usaha lidi sawit yang telah dilakukan sejak 2024.

Kegiatan peningkatan kapasitas tersebut digelar di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Pasangkayu, Sulawesi Barat. Program tersebut bertujuan memperkenalkan potensi ekonomi lidi sawit sekaligus meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar pasar ekspor.

BPDP menilai lidi sawit memiliki prospek ekonomi yang besar, baik sebagai bahan baku ekspor maupun produk kerajinan UMKM. Pemanfaatan limbah sawit tersebut juga dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan masyarakat di sekitar perkebunan.

“BPDP sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat dan menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk bernilai jual tinggi,” kata Anwar seperti dikutip dalam keterangan persnya, Sabtu (20/6/2026).

Ketua Umum ASPEKPIR Setiyono mengatakan ekspor perdana ini melibatkan sedikitnya tujuh koperasi anggota ASPEKPIR. Sebanyak 2.800 anggota koperasi diperkirakan akan merasakan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.

Menurut dia, keberhasilan ekspor ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani sawit.

Sementara itu, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi mengatakan permintaan lidi sawit dari pasar internasional terus meningkat.

Perusahaannya melihat peluang ekspor komoditas tersebut masih terbuka lebar seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku berbasis serat alami.

Ekspor perdana ini juga menunjukkan potensi pengembangan ekonomi sirkular di sektor perkebunan sawit, di mana limbah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan berorientasi ekspor.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang