Pantai Gading bakal jadi ujian sesungguhnya skuad Jerman di Grup E Piala Dunia 2026.
Setelah membuka laga perdana dengan membantai Curacao 7-1, Der Panzer akan melawan Pantai Gading yang pada laga pertama membungkam Ekuador 1-0.
Minggu (21/6) dini hari pukul 03.00 WIB di Toronto Stadium, Kanada, Jerman bakal mendapatkan lawan sepadan dari Pantai Gading, walau dari sudut peringkat, tim Afrika ini masih jauh di bawah Jerman.
Les Elephants memang menduduki peringkat kelima di Afrika, tapi di tingkat dunia mereka berperingkat 30.
Namun Franck Kessie dkk akan memastikan hasil pertandingan tak ditentukan oleh peringkat FIFA.
Mereka sudah membuktikan hal itu ketika menghempaskan Ekuador 1-0, walau peringkat tim Amerika Selatan itu di atas mereka.
Sayap kanan
Pantai Gading sukses mengeksploitasi titik lemah Ekuador di sektor kiri permainannya, dengan mengoptimalkan kemitraan apik antara bek kanan Guela Doue dan winger Nicolas Pepe yang menjelajahi sisi kiri permainan Ekuador.
Setelah Amad Diallo masuk, sayap kanan permainan Pantai Gading menjadi semakin berbahaya, dan bertambah berbahaya lagi setelah Wilfried Singo digeser ke bek kanan setelah Doue digantikan bek tengah Odilon Kossounou.
Kemitraan Singo dan Diallo itulah yang membuat Pantai Gading akhirnya mencetak gol.
Mereka akan menjadi salah satu faktor yang membuat laga yang akan dijalani tim asuhan Julian Nagelsmann menjadi jauh lebih berat.
Juara Afrika 2023 itu akan sangat merepotkan Jerman, tidak saja karena serangannya yang cepat dan kuat, tapi juga oleh pertahanannya yang sulit ditembus lawan.
Nagelsmann akan dipaksa berpikir lebih keras dibanding saat menjalani laga pertama Grup E Piala Dunia 2026.
Dia akan memperhatikan secara khusus sektor kanan permainan Pantai Gading, terutama jika Amad tak lagi diturunkan sebagai pemain pengganti, melainkan sebagai starter.
Dari sisi Amad inilah Pantai Gading lebih aktif masuk ke sepertiga terakhirnya.
Ini akan menjadi tugas khusus Florian Wirtz dan Felix Nmechya, sebelum sayap kanan Pantai Gading itu mengganggu Nathaniel Brown atau David Raum.
Jika di kiri mereka akan bertarung lebih sengit, Jerman akan menjadi tim yang lebih aktif menyerang dari kanan dan juga tengah, apalagi Pantai Gading kurang optimal di sisi kiri dan tengahnya.
Walau pertarungan lebih sengit bisa terjadi di sayap, tapi laga ini juga akan agresif di tengah.
Di sektor itu, duo Felix Nmecha-Aleksandar Pavlovic kembali menjadi inti yang menjaga keseimbangan permainan Die Mannschaft. Tapi kini mereka bertarung seru dengan duo Seko Fofana-Franck Kessie di pihak Pantai Gading.
Jerman favorit
Jerman memang difavoritkan memenangkan pertandingan ini, tapi mereka sering kesulitan menghadapi tim-tim Afrika.
Dalam satu-satunya pertemuan dengan Pantai Gading pada laga persahabatan tanggal 18 November 2009, Jerman dipaksa tergantung pada dua gol Lukas Podolski untuk menghindari kekalahan.
Jerman juga ditahan seri 2-2 oleh tim Afrika lain, Ghana, dalam Piala Dunia 2014. Tapi, 31 Maret tahun ini, mereka balik mengalahkan Ghana 2-1 dalam laga persahabatan.
Secara umum tim Jerman asuhan Nagelsmann ini menawarkan harapan lebih cerah daripada yang telah diberikan skuad-skuad Jerman sebelum mereka.
Kinerja mereka lebih baik dari pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya, ketika Jerman gagal melewati fase grup Piala Dunia 2018 dan 2022.
Kini mereka tampil lebih baik berkat perubahan taktik yang dilakukan Nagelsmann dengan menggeser orientasi bermain ke gaya bermain yang lebih cepat dan agresif.
Gaya bermain baru ini dipraktikkan dengan baik oleh skuadnya, salah satunya karena Jerman memiliki talenta-talenta muda kreatif nan eksplosif semacam Jamal Musiala dan Florian Wirtz.
Buktinya, sejak dikalahkan Slovakia 0-2 dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 5 September 2025, Jerman selalu menang dalam 10 pertandingan terakhirnya, termasuk menggasak Curacao 7-1 dalam Piala Dunia 2026.
Tapi Les Elephants juga tidak lebih lemah dari Jerman, karena mereka hanya sekali kalah dalam 10 laga terakhirnya ketika menyerah 2-3 kepada Mesir dalam perempatfinal Piala Afrika awal tahun ini.
Selebihnya, tim asuhan Emerse Fae itu menang delapan kali, termasuk dari juara dunia dua kali, Prancis, dalam laga persahabatan 5 Juni lalu. Satunya lagi berakhir seri melawan Kamerun.
Semua catatan dan fakta itu membuat pertemuan di Toronto Stadium atau BMO Field ini menjadi jaminan untuk hadirnya tontonan yang asyik untuk disaksikan, terlebih kedua tim memuja permainan terbuka yang atraktif.











