Istana Respons Kritik Publik soal Jurus BI yang Dinilai tak Mempan Redam Rupiah

Clara Medium.jpeg

Sabtu, 6 Juni 2026 – 14:45 WIB

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari terakhir menunjukkan level terendah sepanjang sejarah, yakni menembus kisaran Rp18.000 per dolar setelah sebelumnya bergerak di level Rp17.600-an.

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Bank Indonesia (BI) terus melakukan komunikasi dengan pelaku pasar untuk mengembalikan kepercayaan investor. Meskipun begitu, publik menilai langkah intervensi BI dalam meredam kejatuhan nilai tukar rupiah belum mempan.

“Ya kalau menurut hemat kami sebetulnya komunikasi sudah terus disampaikan kepada publik, ya. Hanya memang dalam situasi yang seperti ini, seringlah secara alamiah kemudian kita cenderung merasa ada yang kurang, kan begitu. Makanya tidak menjadi masalah, justru itu mari harus kita perbaiki sebagai sebuah masukan, sebagai sebuah kritik yang konstruktif,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Pemerintah Siap Evaluasi Kebijakan

Dia mengatakan, tidak ada kebijakan yang sempurna dan instan dalam suatu negara. Karena itu, jika ada kebijakan yang dinilai kurang optimal dalam menahan laju pelemahan mata uang garuda, pemerintah akan segera melakukan perbaikan.

“Jadi apa pun yang terjadi, kita ini sebagai sebuah hidup dalam satu negara, hidup dalam satu bangsa ini kan akan semua berpengaruh, gitu. Jadi semua pihak, semua sektor ya memang harus terus menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya, memperbaiki diri bilamana masih ada yang kurang, kan,” ucapnya.

Soroti Ulah Nakal Para Spekulan

Lebih lanjut, Prasetyo pun menyebutkan bahwa spekulasi terkait kondisi ekonomi global maupun domestik sangat berpengaruh terhadap fluktuasi nilai tukar hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Kadang-kadang kan banyak juga yang, mohon maaf ya, ada nakal-nakalnya. Mohon maaf ada spekulan-spekulannya yang tidak disadari itu juga memberi pengaruh, gitu, terhadap nilai tukar atau terhadap indeks harga saham kita di IHSG kita, gitu,” jelasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang