Market Leader AMDK Jual Dua Standar Berbeda: Galon BPA dan Galon Bebas BPA, KKI: Ini Bentuk Diskriminasi

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Jumat, 29 Mei 2026 – 18:56 WIB

Ilustrasi galon guna ulang. (Dokumentasi: Inilah.com)

Ilustrasi galon guna ulang. (Dokumentasi: Inilah.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) meminta produsen air minum dalam kemasan lebih serius dan bertanggung jawab dalam menjaga standar keamanan produk galon guna ulang, terutama yang berbahan polikarbonat mengandung BPA (Bisphenol A).

Pelaku usaha dinilai tidak boleh bersikap setengah-setengah dalam melindungi hak konsumen atas produk yang aman dan sehat.

Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua KKI, David M. L. Tobing. Secara khusus, dia menyoroti masih beredarnya dua jenis galon dengan standar keamanan berbeda di masyarakat.

“Ada yang diguna ulang yang tadi PET itu, ada yang galon guna ulang yang polikarbonat, yang tadi mengandung BPA. Bahayakah BPA? Ya tentu bahaya kalau memang dia itu luruh, bercampur kepada airnya,” kata David, dalam keterangannya dikutip, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari konsumen terkait aspek keselamatan produk yang digunakan sehari-hari.

“Nah, mengapa produsen yang sama mengedarkan dua standar keamanan berbeda? Konsumen mempertanyakan diskriminasi kualitas dan keamanan kemasan yang beredar di masyarakat,” katanya.

“Kalau harganya sama, konsumen wajib mendapatkan yang sama keamanannya, keselamatannya, dan kenyamanannya,” ujarnya.

Mengingat, kesadaran publik soal keamanan pangan dan kemasan yang terus meningkat, David mengatakan sebagian produsen  
atau pelaku usaha tetap terkesan memilih jalan aman bagi bisnis, bukan bagi konsumennya.

Ia pun menyampaikan hasil survei KKI yang menunjukkan 83 persen konsumen merasa masyarakat berhak memperoleh galon yang lebih baik dan lebih aman. Tak hanya itu, konsumen juga mengharapkan adanya pergantian galon sebagai solusi terbaik.

“Terus 83 persen mengaku ya dia berhak mendapatkan galon yang lebih baik, ya. Mengharapkan penggantian galon sebagai solusi utama,” ujarnya.

“Nah, ini juga menunjukkan tingginya kesadaran konsumen namun minim pengetahuan, ya. Menunjukkan lemahnya edukasi produsen. Pelaku usaha ini harus 100 persen sadar, jangan sadar-sadaran gitu, ya,” katanya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang