John Herdman Ungkap Butuh Tuah Miliano dan Marselino

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 31 Maret 2026 – 20:44 WIB

Pelatih timnas Indonesia John Herdman menyampaikan keterangan pers seusai pertandingan final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026). Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah 0-1 dari Bulgaria.(Foto: inilah.com/Rizky)

Pelatih timnas Indonesia John Herdman menyampaikan keterangan pers seusai pertandingan final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026). Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah 0-1 dari Bulgaria.(Foto: inilah.com/Rizky)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kegagalan Timnas Indonesia mencetak gol saat takluk 0-1 dari Bulgaria pada laga final FIFA Series 2026, Senin (30/3/2026) malam, meninggalkan catatan khusus bagi pelatih John Herdman. 

Juru taktik asal Inggris itu terang-terangan menantikan kembalinya dua bintang muda, Marselino Ferdinan dan Miliano Jonathans, guna menambah daya gedor dan kreativitas skuad Garuda di masa mendatang.

Pada jeda internasional edisi Maret ini, Herdman terpaksa menepikan Marselino dan Miliano akibat badai cedera. Ketiadaan dua motor serangan tersebut cukup terasa, terutama saat Indonesia kesulitan membongkar pertahanan blok rendah (low block) yang diperagakan secara disiplin oleh Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Khusus untuk Miliano, sang pemain harus rela menepi dan beristirahat lebih panjang akibat cedera ligamen yang membekapnya. Herdman menilai kehadiran dua talenta tersebut bisa menghadirkan dimensi dan opsi berbeda di sepertiga akhir lapangan.

“Tentang kesulitan mencetak gol, untuk mengatasinya kami ingin menambah intensitas lini depan. Kami punya banyak pemain berbakat seperti Miliano, Marselino, dan Ole Romeny,” ungkap Herdman mengevaluasi tumpulnya penyelesaian akhir timnya di partai puncak.

Rotasi Lini Depan Belum Cukup

Selama dua laga FIFA Series 2026, Herdman sejatinya telah memaksimalkan sumber daya yang ada dengan memutar berbagai kombinasi di lini serang. Nama-nama seperti Ramadhan Sananta, Ole Romeny, Beckham Putra, Ragnar Oratmangoen, Mauro Zijlstra, hingga Eliano Reijnders diturunkan secara bergantian. Bahkan, Jens Raven dipanggil masuk jelang laga kedua untuk menambal posisi Mauro yang mendadak cedera.

Di atas kertas, produktivitas barisan penyerang ini sebenarnya terbilang tajam saat diberi ruang. Empat gol yang disarangkan ke gawang Saint Kitts dan Nevis pada laga perdana (Jumat, 27/3) seluruhnya diborong oleh pemain depan, yakni lewat brace Beckham Putra, serta masing-masing satu gol dari Ole Romeny dan Mauro Zijlstra.

Namun, ujian sesungguhnya tersaji di laga penentu melawan wakil Eropa. Ketika dihadapkan pada barisan pertahanan Bulgaria yang tampil rapat, kompak, dan sangat rapi, kreativitas dan intensitas serangan Merah Putih seolah menemui jalan buntu.

Kehadiran sosok pemain pemecah kebuntuan dengan visi menyerang yang kuat seperti Marselino dan Miliano dinilai akan sangat krusial untuk agenda Timnas Indonesia selanjutnya. Herdman kini berharap proses pemulihan kedua anak asuhnya berjalan lancar demi mematangkan taktik menyambut turnamen-turnamen mayor di paruh kedua tahun ini.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang