Lorenzo Pellegrini dari AS Roma merayakan gol ketiga timnya selama pertandingan leg kedua babak 16 besar UEFA Europa League 2025/26 antara AS Roma dan Bologna FC 1909 di Stadio Olimpico pada 19 Maret 2026 di Roma, Italia. (Foto: Paolo Bruno/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, mengakui timnya menampilkan dua wajah berbeda saat tersingkir dari UEFA Europa League usai kalah dramatis 3-4 dari Bologna pada leg kedua babak 16 besar.
Bermain di Stadion Olimpico, Roma harus mengakhiri perjalanan mereka setelah kalah agregat 4-5. Meski sempat menunjukkan daya juang dengan bangkit dari ketertinggalan 1-3, tim ibu kota akhirnya tumbang akibat gol penentu Nicolo Cambiaghi di masa tambahan waktu.
Gasperini menilai performa Roma dalam laga ini mencerminkan kekuatan sekaligus kelemahan timnya. “Ini pertandingan yang menarik, tapi kami pulang dengan penyesalan besar. Kami menunjukkan yang terbaik dan yang terburuk sekaligus,” ujarnya kepada Sky Sport Italia.
Roma sempat menjaga asa lewat gol Evan Ndicka, Donyell Malen, dan Lorenzo Pellegrini yang memaksa laga berlanjut ke extra time. Namun, kesalahan di lini belakang menjadi faktor utama kegagalan mereka.
Menurut Gasperini, gol-gol yang bersarang ke gawang Roma lahir dari situasi yang seharusnya bisa diantisipasi. Ia juga menyoroti momen saat Gianluca Mancini terjatuh dalam duel, yang membuat Bologna leluasa membangun serangan untuk gol pembuka.
“Kami bermain bagus hampir sepanjang laga, tetapi kesalahan kecil membuat kami terus tertinggal dan harus mengejar. Itu sangat disayangkan,” kata Gasperini.
Selain faktor teknis, Gasperini juga menyinggung keterbatasan skuad, khususnya di lini depan. Roma tampil tanpa beberapa pemain kunci seperti Paulo Dybala, Matias Soulé, Artem Dovbyk, dan Evan Ferguson. Kondisi ini membuat opsi serangan menjadi terbatas, terutama saat memasuki babak tambahan.
“Kami kelelahan di extra time dan tidak punya banyak opsi. Bologna bisa memasukkan pemain segar di lini depan, sementara kami tidak,” ujarnya.
Meski tersingkir, Gasperini melihat perkembangan dalam permainan timnya. Ia menilai pengalaman dari laga-laga sebelumnya membantu Roma tampil lebih berani dan terbuka, meski belum cukup untuk menghindari kekalahan.
Roma kini juga berada dalam tren negatif setelah gagal menang dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi. Posisi mereka di klasemen Serie A pun turun ke peringkat keenam, menambah tekanan di sisa musim.
Gasperini menegaskan bahwa timnya tetap memiliki semangat dan komitmen tinggi, tetapi membutuhkan kedalaman skuad yang lebih baik untuk bersaing di level tertinggi. “Kami punya sikap yang benar, tetapi untuk melangkah lebih jauh, dibutuhkan kualitas dan pengalaman yang lebih,” tutupnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













