Kata Gasperini Usai Roma Menang 3-0 atas Celtic: Menang Tandang tak Pernah Mudah

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 12 Desember 2025 – 06:42 WIB

Matias Soule dari AS Roma merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya, setelah Liam Scales dari Celtic (tidak terlihat dalam foto) mencetak gol bunuh diri yang menghasilkan gol pertama untuk AS Roma, selama pertandingan Fase Liga UEFA Europa League 2025/26 MD6 antara Celtic FC dan AS Roma di Celtic Park pada 11 Desember 2025 di Glasgow, Skotlandia. (Foto: Ian MacNicol/Getty Images)

Matias Soule dari AS Roma merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya, setelah Liam Scales dari Celtic (tidak terlihat dalam foto) mencetak gol bunuh diri yang menghasilkan gol pertama untuk AS Roma, selama pertandingan Fase Liga UEFA Europa League 2025/26 MD6 antara Celtic FC dan AS Roma di Celtic Park pada 11 Desember 2025 di Glasgow, Skotlandia. (Foto: Ian MacNicol/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gian Piero Gasperini menegaskan bahwa kemenangan tandang di kompetisi Eropa tidak pernah datang dengan mudah. Pernyataan itu disampaikan pelatih AS Roma tersebut seusai timnya membungkam Celtic 3-0 pada matchday ke-6 fase liga Liga Europa 2025/26 di Celtic Park, Glasgow, Kamis malam waktu setempat.

Roma mengakhiri periode sulit dengan kemenangan meyakinkan lewat gol bunuh diri Liam Scales pada menit keenam, disusul dua gol Evan Ferguson di babak pertama. Dua gol itu menjadi torehan perdana Ferguson di kompetisi Eropa, sekaligus menjawab keraguan yang sempat mengiringi performanya sejak bergabung.

“Tidak pernah mudah menang di laga tandang, apalagi di stadion bersejarah seperti ini,” ujar Gasperini kepada Sky Sport Italia setelah pertandingan.

 “Celtic datang dengan rangkaian kemenangan. Bermain di Eropa berbeda dengan Italia. Anda menghadapi tipe lawan dan penyerang yang berbeda, itu menuntut pendekatan lain,” lanjutnya.

Gasperini menyoroti kontribusi pemain muda yang diturunkan sejak awal maupun dari bangku cadangan. Ia menilai performa Nicolo Pisilli dan Evan Ferguson menunjukkan bahwa Roma memiliki kedalaman skuad yang bisa diandalkan tanpa harus selalu bergantung pada bursa transfer.

“Pisilli, Ferguson, dan para pemain lain yang kami rotasi tampil baik. Mereka memberi kami opsi untuk memperluas skuad,” kata Gasperini. 

“Ini momen penting untuk membuat penilaian, dan penilaian itu harus dilakukan dalam pertandingan yang berarti.”

Nama Ferguson menjadi sorotan khusus. Penyerang 21 tahun yang dipinjam dari Brighton & Hove Albion itu sebelumnya sempat dikaitkan dengan kemungkinan pemutusan masa pinjam lebih cepat. Namun, dua gol ke gawang Celtic dianggap sebagai langkah penting dalam proses adaptasinya.

“Dia melakukan apa yang sering dia lakukan di latihan,” ujar Gasperini. 

“Dia masih muda dan kami harus sabar. Gol keduanya sangat indah. Penampilannya bagus, yang terpenting dia bermain dengan semangat dan menunjukkan kualitasnya.”

Terkait rencana transfer Januari, Gasperini kembali menekankan pentingnya kesabaran. Menurutnya, perkembangan pemain muda bisa menjadi solusi yang lebih sehat ketimbang reaksi cepat di bursa.

“Kami harus sabar. Pemain-pemain muda ini bisa berkembang. Mungkin itu lebih baik daripada terlalu bergantung pada pasar,” ujarnya. “Bursa Januari akan dibicarakan nanti. Sekarang kami masih punya beberapa laga penting.”

Roma juga bersiap menghadapi potensi kehilangan dua pemain kunci, Neil El Aynaoui dan Evan Ndicka, yang akan memperkuat negaranya di Piala Afrika. Gasperini menyebut keputusan final soal waktu keberangkatan akan diketahui dalam waktu dekat.

“Kami akan tahu besok terkait El Aynaoui dan Ndicka. Kami ingin mereka tetap bersama kami untuk laga melawan Como, tetapi jika tidak memungkinkan, kami harus siap,” katanya. 

“Kami sudah melihat malam ini betapa pentingnya mereka. Saya senang dengan Pisilli di lini tengah, dia berkembang dengan baik,” tutupnya.

Topik
Komentar