Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian memastikan pasokan cabai dalam kondisi yang aman menjelang Hari Besar Keagamaan Negara (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1445 Hijriah. [foto: arsip]
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketika bencana banjir dan tanah longsor melanda sebagian besar wilayah Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar) dan Aceh, ada fenomena yang bikin hati makin ngilu. Harga bahan pangan melompat tinggi.
Pada Minggu (30/11/2025), harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Medan, Sumatra Utara (Sumut) meroket hingga Rp100 ribu per kilogram (kg).
Kenaikan atau epatnya ‘pergantian’ harga bahan pangan, terjadi setelah banjir bandang melanda wilayah Sumut dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah jalur distribusi dari sentra produksi ke pasar, terputus.
Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin menjelaskan banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah membuat pasokan komoditas hortikultura tersendat. Banyak pedagang besar memilih tidak beroperasi karena akses antardaerah terputus.
“Pasokan dari petani ke pedagang besar menurun signifikan. Bahkan beberapa pedagang besar tidak berjualan. Ini memicu kenaikan harga cabai, bawang, dan sejumlah kebutuhan pokok lain,” ujar Gunawan.
Gunawan menyebutkan pasokan cabai di Sumut diperkirakan turun hingga 50 persen. Di tengah penurunan pasokan tersebut, harga cabai merah di Medan tercatat mencapai Rp100 ribu/kg, tertinggi selama November.
“Kemudian cabai rawit dijual Rp50 ribu per kg, bawang merah Rp40 ribu per kg, bawang putih dijual Rp43 ribu per kg. Banyak pedagang pengecer tutup dan masyarakat mengurangi aktivitas belanja akibat banjir. Permintaan turun, sehingga kenaikan harga tidak sampai liar,” ujarnya.
Gunawan menambahkan, Sumut selama ini bergantung pada pasokan cabai dari Aceh Tengah, Jawa, dan Sumatera Barat. Namun jalur Aceh dan Sumatera Barat terkendala banjir dan longsor sehingga pasokan luar daerah tidak masuk optimal.
“Dengan kondisi ini, Sumut terpaksa mengandalkan produksi lokal. Risiko kenaikan harga semakin besar jika terjadi longsor susulan. Pemerintah perlu memastikan jalur logistik kembali normal secepatnya,” tegasnya.












