Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna menyampaikan paparannya dalam konferensi pers kesiapan layanan Telkomsel jelang Natal dan Tahun Baru di M-Bloc-Space, Jakarta, Jumat (28/11/2025). (Foto: inilah.com/inu)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Persiapan jaringan Telkomsel untuk menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (NARU) berlangsung bersamaan dengan ujian berat. Banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara dalam sepekan terakhir menyebabkan akses terputus, ribuan warga mengungsi, dan sejumlah titik layanan telekomunikasi ikut terdampak.
Di tengah situasi krisis ini, Telkomsel menegaskan komitmennya untuk tetap melayani sepenuh hati, memastikan konektivitas tetap terjaga bagi masyarakat di momen liburan maupun masa darurat.
Dengan lonjakan trafik data yang diprediksi meningkat hampir 18 persen pada periode NARU, Telkomsel mengaktifkan penguatan jaringan di 437 titik keramaian, termasuk bandara, pelabuhan, jalur mudik, pusat perbelanjaan, dan kawasan wisata.
Namun perhatian khusus diarahkan ke wilayah bencana. Puluhan BTS di Sumbar dan Aceh sempat mengalami gangguan akibat padam listrik dan akses yang terisolasi, memaksa tim teknis mengalihkan tenaga ke pemulihan lebih cepat.
Compact Mobile BTS (COMBAT), mobile generator, serta unit pemantauan real time diturunkan untuk menjaga layanan dasar tetap hidup di lokasi-lokasi penting seperti pos pengungsian dan jalur evakuasi.
Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menegaskan bahwa prioritas pertama adalah memastikan masyarakat tetap mampu berkomunikasi dalam kondisi paling kritis.
“Di momen penuh arti seperti Natal dan Tahun Baru, dan terlebih saat musibah menimpa saudara-saudara kita, kami ingin pelanggan merasakan bahwa jaringan Telkomsel selalu siap diandalkan. Penguatan jaringan, teknologi AI Autonomous Network, dan percepatan pemulihan kami lakukan agar konektivitas tetap ada di saat-saat yang paling dibutuhkan,” ujarnya.
Optimalisasi jaringan 4G dan 5G diterapkan tidak hanya untuk pusat keramaian, tetapi juga di area banjir yang memerlukan koordinasi antara warga, pemerintah daerah, dan relawan.

Telkomsel mencatat jaringan 5G telah tersedia di 79 kota/kabupaten dan diperkuat oleh lebih dari 5.000 BTS pada akhir 2025. Teknologi end-to-end autonomous network berbasis kecerdasan buatan membantu sistem mendeteksi gangguan akibat bencana secara otomatis, mengidentifikasi titik kritis, dan mengalihkan sumber daya untuk pemulihan lebih cepat.
Di area pemukiman dan rumah ibadah yang terdampak, Telkomsel juga mendorong stabilisasi layanan internet rumah melalui perbaikan perangkat dan modernisasi modem/ONT.
Di sisi layanan pelanggan, Telkomsel mengoperasikan 17 Posko Utama, 13 Posko Reguler, dan 1 Posko Digital di TikTok untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan dasar.
Sebagian posko yang berdekatan dengan area banjir melakukan penyesuaian layanan, seperti penggantian kartu SIM darurat, bantuan aktivasi eSIM, serta konsultasi kendala jaringan bagi warga yang kehilangan perangkat atau terdampak gangguan listrik berhari-hari.
Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, menjelaskan bahwa fleksibilitas layanan menjadi kunci dalam situasi seperti ini.
“Kami menyesuaikan dukungan di posko layanan, termasuk menyediakan akses bantuan MyTelkomsel dan penggantian kartu bagi warga yang membutuhkan komunikasi cepat. Semua tim siaga melayani dengan empati dan kesigapan penuh,” tuturnya.
Sementara itu, Telkomsel tetap menghadirkan berbagai penawaran khusus NARU bagi pelanggan SIMPATI, Halo, dan by.U, mulai dari paket data kuota besar, bundling layanan streaming, hingga program undian akhir tahun.
Untuk sektor internet rumah, IndiHome, EZnet, dan Orbit menyiapkan diskon pemasangan baru, voucher belanja, serta upgrade kecepatan tanpa tambahan biaya.
Namun Telkomsel memastikan bahwa kampanye komersial berjalan seimbang dengan prioritas kemanusiaan di wilayah bencana.
Direktur Marketing, Derrick Heng, menyebut bahwa momen NARU tahun ini memiliki nuansa berbeda.
“Melalui kampanye Melayani Sepenuh Hati, kami tidak hanya memperkaya momen digital masyarakat, tetapi juga memastikan nilai kepedulian tetap hadir. Kami membuka ruang bagi pelanggan untuk berbagi melalui Telkomsel Poin, sekaligus mendukung penyebaran informasi resmi bagi warga di kawasan rawan banjir,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, memaparkan kondisi terkini layanan telekomunikasi Telkomsel yang terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat akibat banjir dan longsor.
“Kita mengalami beberapa kendala gangguan jaringan. Jadi, kalau di Aceh itu memang sekitar 60% BTS kita terdampak akibat banjir dan longsor. Dan juga beberapa akses jembatan pun kita tidak bisa masuk. Hari ini pun kami masih berjumpa dengan pemerintah di sana untuk recovery jaringan kita,” kata Fahmi.
Dengan pendekatan jaringan cerdas, operasional posko yang adaptif, dan integrasi layanan online-offline, Telkomsel berharap dapat mendampingi masyarakat Indonesia pada dua situasi sekaligus — merayakan kebersamaan akhir tahun dan menghadapi bencana alam yang menimpa sejumlah wilayah.














