Pandji Pragiwaksono Sebut Sanksi 96 Kerbau-Babi dan Rp2 Miliar Ulah Materi Stand Up Keliru

Haris Medium.jpeg

Kamis, 13 November 2025 – 16:33 WIB

Pandji Pragiwaksono. (Sumber Foto: Instagram @pandji.pragiwaksono)

Pandji Pragiwaksono. (Sumber Foto: Instagram @pandji.pragiwaksono)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Komika Pandji Pragiwaksono kembali menanggapi sanksi adat yang dijatuhkan oleh Tongkonan Adat Sang Torayan (TAST), lembaga adat di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, atas materi stand up comedy-nya yang dianggap menghina adat masyarakat Toraja.

Pandji menilai sanksi yang diminta, yakni 96 ekor kerbau, sejumlah babi, dan uang sebesar Rp2 miliar tidaklah tepat. Ia menyampaikan hal itu seiring dengan proses dialog yang kini tengah berlangsung bersama pihak Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Pandji mengaku mendapat pemahaman langsung soal mekanisme hukum adat Toraja dari Rukka Sombolinggi, Sekretaris Jenderal AMAN.

“Menurut beliau, sebenarnya kurang tepat soal diharuskan memberikan 96 satwa dan uang sebesar itu karena dialognya harus dilakukan bersama dengan perwakilan 32 wilayah adat Toraja. Jadi kalau dialognya belum ada, sebenarnya hukumannya juga belum ada,” kata Pandji kepada awak media di Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2025).

Lebih jauh, Pandji kembali menegaskan, dari hasil komunikasi sejauh ini, informasi mengenai sanksi tersebut tidak akurat.

“Bukan hanya belum final, kalau menurut Ibu Rukka Sombolinggi, dan ini bisa dicek aja ke Ibu Rukka Sombolinggi, tidak akurat. Bukan belum final, tidak akurat,” jelasnya.

Maka dari itu, Pandji saat ini memilih menyerahkan urusan soal penyelesaian sanksi adat tersebut kepada AMAN.

“Untuk urusan adat masyarakat Toraja, saya sih percayakan kepada Ibu Rukka Sombolinggi dari AMAN,” tuturnya.

Sebelumnya, komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Aliansi Pemuda Toraja. Laporan itu muncul karena salah satu materi stand up comedy-nya dianggap menghina adat dan tradisi masyarakat Toraja. Dalam penampilannya, Pandji sempat membahas prosesi pemakaman khas suku Toraja.

Materi yang kemudian menuai kontroversi tersebut berasal dari pertunjukan stand up Pandji pada tahun 2013, di mana ia menyoroti tingginya biaya pelaksanaan upacara pemakaman adat Toraja.

“Di Toraja, dan ini pasti ada yang tahu, kalau ada anggota keluarga yang meninggal makaminnya itu pakai pesta yang mahal banget. Bener enggak gue? Bahkan banyak orang Toraja yang jatuh miskin habis bikin pesta untuk pemakaman keluarganya dan banyak yang enggak punya duit untuk makamin akhirnya jenazahnya dibiarin aja gitu,” kata Pandji dalam potongan video.

Pandji kemudian melanjutkan penampilannya dengan membahas kebiasaan sebagian warga Toraja yang, menurutnya, menyimpan jenazah anggota keluarga di rumah bila belum mampu mengadakan upacara pemakaman. 

Dalam bagian itu, Pandji menggunakan teknik impersonation, yakni menirukan tokoh atau karakter tertentu dalam gaya komedinya. Ia memerankan sosok orang asing yang berkunjung ke rumah warga Toraja dan terkejut saat mendapati jenazah berada di ruang tamu.

“Ini praktik yang umum, misalkan, ada anggota keluarganya yang meninggal, enggak punya duit nih, jenazahnya ditaruh aja di ruang tamu dan untuk keluarganya sih biasa-biasa aja, untuk keluarga yang meninggal, tapi kan kalau ada yang bertemu bingung kan,” kata Pandji.

“Nonton apa pun di TV berasa horor. Lagi nonton Teletubies gitu, ngeri pasti. Tuh Tinky Winky nakutin ya lompat-lompat ada kuncirnya di atas,” ujar Pandji.

Topik
Komentar