Sebanyak 1.200 pelari dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti ajang Run For Vision 2026: 5K Charity Run di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Minggu (28/6/2026). Kegiatan lari amal tersebut berhasil menghimpun dana yang akan digunakan untuk membiayai 263 operasi katarak gratis serta menyediakan 1.000 kacamata bagi masyarakat dhuafa.
Mengusung tema “Level Up Your Vision”, seluruh hasil penjualan tiket peserta dikonversi menjadi program layanan kesehatan mata bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan 33 tahun pengabdian Dompet Dhuafa dalam bidang pemberdayaan masyarakat.
Direktur Utama RS Mata Achmad Wardi BWI-DD, dr. Pradipta Suarsyaf, mengatakan amanah yang dititipkan para peserta akan segera diwujudkan melalui pelayanan medis kepada pasien katarak.
“Amanah dari 1.200 pelari hari ini langsung kami wujudkan dalam bentuk tindakan medis di ruang operasi. Kami berkomitmen menjaga kualitas layanan agar semangat para pelari benar-benar menghadirkan kembali cahaya penglihatan bagi warga yang membutuhkan,” ujar Pradipta.
Tiket Lari Berubah Menjadi Layanan Kesehatan
Kegiatan tersebut menjadi contoh bagaimana olahraga dipadukan dengan aksi sosial untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Dana yang terkumpul dari penyelenggaraan charity run akan digunakan untuk membiayai ratusan operasi katarak gratis sekaligus membagikan 1.000 kacamata kepada warga dhuafa di Banten dan sekitarnya.
Run For Vision 2026 juga menjadi bagian dari pemanfaatan wakaf produktif yang dikembangkan melalui kolaborasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Dompet Dhuafa melalui RS Mata Achmad Wardi.
Prosesi pelepasan peserta dilakukan oleh Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia bersama Asisten Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dewan Pengawas Dompet Dhuafa Yayat Supriatna, serta jajaran pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika.
Dompet Dhuafa: Momentum 33 Tahun Pengabdian
Dewan Pengawas Dompet Dhuafa Yayat Supriatna menyebut kegiatan tersebut menjadi refleksi perjalanan 33 tahun lembaga filantropi tersebut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan menghimpun dukungan untuk membiayai ratusan operasi katarak menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Menandai perjalanan 33 tahun pengabdian Dompet Dhuafa, tidak ada momentum yang lebih bermakna selain menyaksikan ratusan saudara dhuafa dapat kembali melihat indahnya dunia melalui operasi katarak gratis,” katanya.
Libatkan Pemerintah, Komunitas hingga Dunia Usaha
Selain diikuti masyarakat umum, kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, organisasi profesi tenaga kesehatan, komunitas lari, hingga kalangan dunia usaha.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Restu Didik atau Didik Runner. Pria berusia 63 tahun tersebut dikenal sebagai pelari yang menjalankan runstreak, yakni berlari setiap hari tanpa putus sejak September 2017 dengan jarak minimal 1,6 kilometer.
Kehadirannya menjadi simbol pentingnya konsistensi dalam menjaga kesehatan sekaligus menginspirasi semangat berbagi kepada sesama.
Dorong Ekonomi Lokal
Penyelenggaraan Run For Vision 2026 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat.
Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut meramaikan area bazar dan pusat kuliner selama kegiatan berlangsung sehingga memberikan tambahan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
Bagi masyarakat dhuafa di wilayah Banten yang membutuhkan operasi katarak, pendaftaran layanan gratis dapat dilakukan melalui layanan pelanggan RS Mata Achmad Wardi BWI-DD atau datang langsung ke rumah sakit di Kecamatan Taktakan, Kota Serang.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses layanan kesehatan mata, sekaligus memperkuat budaya gotong royong melalui olahraga dan kegiatan filantropi.













